Ketegasan Pemda Yogya Setop Taksi Online Ditagih

Patricia Vicka    •    Selasa, 28 Feb 2017 18:13 WIB
polemik taksi online
Ketegasan Pemda Yogya Setop Taksi <i>Online</i> Ditagih
Foto ilustrasi. (Ant/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut taksi plat hitam makin menjamur. Organda menagih janji pemerintah untuk menghentikan operasional taksi online tersebut.

"Sudah dilarang dan minta dihentikan pemerintah. Tapi mereka enggak peduli dan tetap beroperasi. Jumlahnya makin banyak melebihi kuota taksi plat kuning," tegas Ketua Organda DIY Agus Andriyanto di Yogyakarta, Selasa 28 Februari 2017.
 
Agus menyebut Dinas Perhubungan DIY telah mengeluarkan surat peringatan pada taksi online. Surat yang diklaim sebagai larangan operasional itu tertuang dalam surat pemberitahuan Dishub DIY No.557/2533. 

Agus menjelaskan taksi online tak hanya menggunakan plat AB. Namun, juga menggunakan plat luar Yogyakarta. Taksi plat hitam dinilai menyebabkan kemerosotan pendapatan sopir taksi konvensional.

Sutiman, salah seorang sopir taksi plat kuning bercerita konflik terbaru terjadi pada Minggu, 26 Februari 2017. Saat itu, seorang sopir taksi aplikasi mengambil penumpang di daerah Jalan Magelang.

Sopir taksi konvensional pun mengejar. Kejar-kejaran terjadi dari Jalan Magelang menuju Jalan Mangkubumi, dan berakhir di Ngampilan. Aksi kejar-kejaran berbuntut pecahnya kaca mobil pengemudi taksi online.

"Jelas saja kami marah. Kami sudah menunggu penumpang sejak jam sebelas malam. Dan baru ada penumpang jam empat pagi. Tiba-tiba datang taksi online mengambil penumpang kami," jelasnya.

Sementara itu salah seorang pengemudi taksi online berinisial TS mengaku nekat melakoni pekerjaan ini karena penghasilan lebih besar. Ia mengaku bisa mendapatkan bonus ratusan ribu rupiah dari perusahaan jika berhasil mencapai target.

Untuk mengakali agar tidak ketahuan sopir taksi konvensional, ia sering berpura-pura menjadi saudara si calon penumpang. "Sebelum jemput, saya telpon penumpang buat pura-pura jadi saudaranya. Pakai baju santai saja, kalau perlu celana pendek dan kaos biar makin meyakinkan," tuturnya.

Terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan dirinya sudah bertemu pemerintah pusat untuk mencari solusi.

"Nanti pemerintah pusat akan keluarkan kebijakan yang akan diamandemenkan sesuai situasi di daerah," tuturnya.


(SAN)