Penjualan Baju Kebaya Menurun Jelang Hari Kartini

Patricia Vicka    •    Selasa, 18 Apr 2017 17:11 WIB
hari kartini
Penjualan Baju Kebaya Menurun Jelang Hari Kartini
Ibu-ibu sibuk memilih kebaya dan baju adat di Pasar Beringharjo, Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pedagang kebaya dan baju daerah di Pasar Beringharjo diserbu pembeli jelang peringatan Hari Kartini. Namun, tak seperti tahun lalu, penjualan baju kebaya tahun ini menurun.

Tren peningkatan justru terjadi pada baju adat dari seluruh wilayah Indonesia. Pantauan Metrotvnews.com, sejak pagi ibu-ibu ramai memilih baju adat nusantara di kios pakaian.

Beberapa dari mereka tampak antusias menawar harga di sudut lot yang berisi kios baju kebaya. Ada pula yang sibuk melihat aksesoris, seperti kalung, mahkota, dan jepit rambut.

"Lebih murah beli dari pada sewa. Kalau beli, bisa dipakai berulang-ulang," kata Mira Hapsari usai membeli baju adat Bali di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa, 18 April 2017.


Ibu-ibu sibuk memilih kebaya dan baju adat di Pasar Beringharjo -- MTVN/Patricia Vicka

Suwarni, seorang pedagang baju, memprediksi, penurunan penjualan kebaya disebabkan adanya program wajib pakai kebaya yang diterapkan pemerintah sejak 2015. Aturan itu menyebutkan seluruh PNS dan siswa sekolah negeri wajib pakai kebaya setiap Kamis Pahing.

"Karena aturan itu, mereka sudah punya kebaya sendiri. Jadinya, tahun ini yang beli (kebaya) sedikit dibanding tahun lalu," kata Suwarni.

Dulu, lanjut Suwarni, dirinya bisa menjual lebih dari 100 potong baju adat dan kebaya. Kini, baju kebaya hanya terjual 40-50 potong per hari. Satu set kebaya atau baju adat daerah dibanderol seharga Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.

Senada, penurunan penjualan kebaya dikeluhkan Ninik Riwayati. Pedagang kios kebaya di Pasar Beringharjo ini menduga, pembeli mulai beralih membeli baju adat nusantara.

"Ada beberapa sekolah yang dress code Hari Kartininya pakai baju adat daerah. Kalau kebaya, sudah dipakai tiap minggu," tuturnya.


(NIN)