Pengembangan Lapter Gading Belum Izin TNI AU

Patricia Vicka    •    Senin, 21 Nov 2016 18:23 WIB
bandara
Pengembangan Lapter Gading Belum Izin TNI AU
Kontes Robot Terbang Indonesia 2015 di Bandara Gading Gunungkidul, DIY. (Media Indonesia/Ardi)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Rencana pemerintah mengembangkan Lapangan Terbang (Lapter) Gading di Gunungkidul, Yogyakarta, sebagai lapangan perintis pariwisata belum mendapat izin dari Markas Besar TNI AU. 

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Adisutjipto Marsma Novian Samyoga menegaskan pemerintah diminta segera berkomunikasi dan meminta izin ke Markas Besar TNI AU. Sebab pengembangan Lapter Gading perlu diketahui oleh TNI AU sebagai pemilik dan pengelola.

"Kami mendukung rencana pengembangan ini. Tapi perencanaan ke depan dikoordinasikan dulu dengan Mabes TNI AU," tegasnya di pangakalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta, Senin (21/11/2016).

Baca: Bandara Gading Akan Jadi Bandara Perintis Tampung Turis

Ia meminta pemerintah membuat nota kesepahaman dengan TNI AU untuk membuat rencana detail pengembangan serta pengaturan lalu lintas udara di atas Lapter Gading.

Novian menambahkan, saat ini lalu lintas udara di sekitar bandara Adisucipto sudah padat. Pengembangan Lapangan Terbang Gading akan menambah padat aktivitas udara.

"Kalau ditambah Lapter Gading, harus dibuat sistem dengan mengutamakan safety supaya lalu lintas di Bandara Adisutjipto enggak tambah ruwet," pungkasnya.

Rencana pengembangan Lapangan Terbang Gading disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya, saat Seminar Nasional "Pengembangan Industri Pariwisata Gunungkidul" di Yogyakarta, Jumat (18/11/2016). Lapangan terbang ini akan dijadikan bandara perintis pariwisata.

Bandara seluas sekitar 500 hektare ini akan disiapkan untuk dipakai oleh pesawat perintis atau jet pribadi.  Pengembangan lapangan terbang Gading bertujuan untuk meningkatkan pariwisata di Gunungkidul yang mulai naik daun.


(SAN)