Stok Daging Bulog DIY Beralih ke Kerbau

Patricia Vicka    •    Selasa, 11 Dec 2018 15:42 WIB
panganharga daging
Stok Daging Bulog DIY Beralih ke Kerbau
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Akhmad Kholisun, di Yogyakarta, Selasa, 11 Desember 2018. Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan stok 8,6 ton daging kerbau jelang musim Natal dan Tahun Baru 2019. Daging kerbau didatangkan sebagai pengganti daging sapi.

Kepala Bulog Divre DIY Akhmad Kholisun menyebut permintaan daging sapi terus meningkat sejak Mei 2018. Namun, permintaan tidak diimbangi dengan hasil produksi. Pihaknya kemudian mengganti stok daging sapi dengan daging kerbau.

"Alhamdulilah daging Kerbau disini diminati warga. Terlihat dari tren penjualan daging kerbau yang terus meningkat," ujar Kholisun di Yogyakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Warga memilih daging kerbau karena harganya lebih murah walau rasanya tak berbeda jauh dengan daging sapi.

Ia mengklaim daging kerbau jauh lebih menyehatkan ketimbang daging sapi karena kadar kolestrolnya yang lebih rendah.

Bulog biasa menjual daging kerbau pada mitra kerja untuk kemudian dijual kembali ke restoran dan rumah makan.

"Satu kilo daging dibanderol seharga Rp70 ribu per kilogram untuk pengecer. Harga untuk konsumen Rp73-75 ribu per kilogram,"jelas dia.

Dalam sehari, daging kerbau terjual di seluruh DIY mencapai 1 kuintal. Kholisun menambahkan stok 8,6 ton disiapkan untuk memenuhi permintaan selama dua bulan.

Bulog akan segera meminta tambahan ke pusat jika stok berkurang. Pasalnya, permintaan masyarakat akan daging kerbau diprediksi meningkat berkalilipat saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019.


(SUR)