Pengusaha Besi di Tegal Terimbas Pelemahan Rupiah

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 09 Sep 2018 20:22 WIB
kurs rupiah
Pengusaha Besi di Tegal Terimbas Pelemahan Rupiah
Pengusaha Besi sedang proses produksi di Tegal, Jawa Tengah. Medcom.id /Kuntoro Tayubi

Tegal: Nilai tukar rupiah terhadap dolar hampir menembus titik Rp15.000. Melemahnya rupiah ini berimbas ke pengusaha logam besi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Hampir semua pengusaha logam kelimpungan karena pasokan bahan baku tersendat. Salah satunya Fauzi Sobri, 72.

Warga Desa Talang, Kecamatan Talang ini menyebut pasokan bahan baku dari pabrik belum dikirim. Kabarnya, bahan baku sudah habis.

"Katanya, mereka sudah tidak kuat membeli (bahan baku). Karena harga besi mentah semakin mahal," keluh Fauzi, saat ditemui di rumah industrinya, Minggu, 9 September 2018.

Perajin suku cadang motor ini akhirnya mengandalkan sisa stok. Dia mengaku kewalahan saat mendapat pesanan dari pabrik motor di Jakarta.

"Jumlah pesanannya cukup banyak. Terpaksa pesanan disetop dulu," ucapnya.

Fauzi cemas. Dia tidak bisa menjanjikan dapat mempertahankan karyawannya yang berjumlah 30 orang. Dia terpaksa harus mengurangi jumlah karyawan jika satu minggu ke depan dolar AS masih tinggi.  

Hal serupa dialami Syaifudin, 36, penjual besi asal Desa Talang, Kecamatan Talang. Banyak pembeli yang membatalkan pesanan karena mahalnya harga besi sejak tiga hari yang lalu.

"Mereka kaget karena harga besinya naik," tuturnya.

Harga jual besi sebenarnya sudah mulai naik sejak pertengahan Agustus 2018 lalu. Dari Rp7 ribu menjadi Rp15 ribu.

"Harganya setiap minggu naik. Ini karena stok besi kemungkinan impor," ucapnya.

Dengan harga yang selalu naik, dia mengaku tidak berani menyimpan stok. Dia khawatir jika sewaktu-waktu harga besi turun.

"Enggak berani menyetok banyak. Kalau mau beli ketika ada pesanan saja," tukasnya.


 


(SUR)