63 Persen Tenaga Kerja di Indonesia Lulusan SD-SMP

Pythag Kurniati    •    Jumat, 26 May 2017 15:37 WIB
tenaga kerja
63 Persen Tenaga Kerja di Indonesia Lulusan SD-SMP
Menko PMK Puan Maharani saat berada di Kota Solo, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Mayoritas tenaga kerja di Indonesia kurang bisa bersaing di sektor industri. Penyebabnya, 63 persen tenaga kerja merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Dasar (SD).

Padahal, sumber daya manusia berpengaruh besar pada kompetisi industri di Indonesia. Juga berpengaruh pada maju tidaknya daya saing suatu bangsa.

Pernyataan tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, saat menghadiri peluncuran revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan di kawasan Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 26 Mei 2017.

Revitalisasi SMK merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. "Sehingga ada link dan match dengan industri ketika lulus," jelasnya.

Menurut Puan, Indonesia masih terkendala kekurangan tenaga pendidik SMK. Oleh karenanya, akan ada sertifikasi guru untuk peningkatan kualitas guru dan pengadaan guru teknis untuk mengakomodasi program revitalisasi SMK ini.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menjelaskan, revitalisasi menyasar ratusan SMK di Indonesia. "Ada 240 SMK yang akan direvitalisasi," ujar Muhadjir.

Dari 219 SMK, 125 sekolah akan menjadi prioritas dalam revitalisasi. Yang menjadi prioritas antara lain kejuruan wisata, kelautan atau maritim, pertanian, industri kreatif seperti modeling dan tata rias, atau melukis.

Sedangkan 94 SMK adalah bidang keahlian penunjang program prioritas nasional. "Nantinya seluruh SMK akan ditingkatkan, kinerjanya dinaikkan namun secara bertahap," tutupnya.


(SAN)