KAI Wacanakan Buka Rute Purwokerto-Bandung via Cikampek

Antara    •    Kamis, 23 Feb 2017 16:11 WIB
pt kai
KAI Wacanakan Buka Rute Purwokerto-Bandung via Cikampek
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Cilacap: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mewacanakan pembukaan rute Purwokerto-Bandung lewat Cikampek dengan KA kelas bisnis-eksekutif. Lama perjalanan kereta diprediksi mencapai 7,5 jam.

"Selama ini, rute Purwokerto-Bandung hanya dilayani KA Serayu jurusan Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen pergi pulang," kata Vice President PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Dwi Erni Ratnawati di
sela kegiatan pengobatan gratis di Stasiun Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, 23 Februari 2017.

Akan tetapi, KA kelas ekonomi yang melintas di jalur selatan itu, kata dia, tidak berhenti di Stasiun Bandung. Melainkan di Stasiun Kiaracondong Bandung (stasiun khusus KA kelas ekonomi).

Oleh karena itu, pihaknya mewacanakan untuk membuka rute Purwokerto-Bandung menggunakan KA komersial (bisnis dan eksekutif) namun melalui jalur utara atau lewat Cikampek.

"Rute yang kami wacanakan itu untuk membidik penumpang kelas bisnis dan eksekutif yang akan turun di Stasiun Bandung," katanya.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menyebut pihaknya tengah melakukan survei pasar. Caranya, dengan menyebar kuisioner kepada pelanggan KA Serayu, baik di Purwokerto maupun Bandung.

"Kalau responsnya bagus dan potensi pasarnya ada, KA komersial yang melayani rute Purwokerto-Bandung lewat Cikampek akan dijalankan. Tetapi kalau potensinya kurang, akan dipertimbangkan," katanya.

Ixfan mengakui jarak tempuh rute Purwokerto-Bandung lewat Cikampek lebih jauh dibanding rute Purwokerto-Bandung yang dilayani KA Serayu.

Dalam waktu normal, rute Purwokerto-Kiaracondong Bandung ditempuh KA Serayu selama 6 jam 46 menit. Sedangkan rute Purwokerto-Cikampek dengan KA komersial, kata dia, kurang lebih empat jam. Lalu, Cikampek-Bandung kurang lebih 3,5 jam.

Total, Purwokerto-Bandung via Cikampek ditempuh 7,5 jam. "Itu memang patut dipertimbangkan apakah potensial untuk dijalankan atau tidak karena waktunya lebih lama dari KA Serayu," kata Ixfan.


(SAN)