Shortfall Peneriman Pajak Kanwil DIY Capai Rp1,1 Triliun

Patricia Vicka    •    Kamis, 21 Dec 2017 18:11 WIB
pajak
<i>Shortfall</i> Peneriman Pajak Kanwil DIY Capai Rp1,1 Triliun
Loket pelayanan terpadu di KPP Pratama. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Realisasi penerimaan pajak DJP Kanwil DIY 2017 baru mencapai 78,3 persen dari target yang ditetapkan. Hingga 21 Desember 2017, jumlah pajak yang berhasil dikumpulkan Rp 4,04 triliun dari jumlah target Rp5,16 Triliun. Shortfall pajak masih mencapai sekitar Rp 1,1 Triliun.

Kepala DJP Kanwil DIY Dionysius Lucas mengakui target sulit tercapai dengan sisa waktu yang terbatas. "Di sisa waktu ini, kami coba usaha mencapai target sekitar 83-84 persen (sekitar Rp4,3 Triliun)," ujar Lucas di kantornya jalan Ring Road Utara Maguwoharjo Depok, Sleman Yogyakarta, Kamis 21 Desember 2017.

Pertumbuhan pajak jika dibandingkan tahun lalu meningkat 3,5 persen. Jumlah itu sudah termasuk penerimaan pajak dari program pengampunan pajak (tax amnesty). Jika tanpa penerimaan TA, ia mengaku penerimaan pajak di wilayah DIY tumbuh 11,8 Persen.

Realisasi penerimaan pajak tahun 2016 adalah Rp 4,13 Triliun, dengan jumlah Tax Amnesty 2016 dan 2017 sebesar Rp513 miliar.

"Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan tingkat inflansi dan pertumbuhan ekonomi rata-rata di DIY yang mencapai 8 persen. Jadi walaupun belum bisa mencapai target, namun pertumbuhan penerimaan pajaknya cukup tinggi," katanya.

Untuk mengejar penerimaan pajak 2017, pihaknya akan semakin gencar melakukan komunikasi kepada pemerintah serta Wajib Pajak. Tujuannya untuk mengingatkan dan mensosialisasikan para wajib pajak agar tidak lupa membayar pajak sebelum berganti tahun.

Lima sektor utama yang paling banyak menyumbang penerimaan pajak adalah perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi 19,72 persen disusul jasa keuangan dan asuransi (15,59 persen), administrasi pemerintahan sebesar (13,82 persen , Industri pengolahan dengan nilai (11,54 persen) dan konstruksi (10,65 persen).

 


(SUR)