Baru 1.500 UMKM Solo Manfaatkan Amnesti Pajak

Pythag Kurniati    •    Selasa, 22 Nov 2016 13:54 WIB
tax amnesty
Baru 1.500 UMKM Solo Manfaatkan Amnesti Pajak
Sosialisasi amnesti pajak bagi UMKM oleh Kantor DJP Jateng II di Solo, Selasa (22/11/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng II mengumpulkan puluhan perwakilan pedagang dari 44 pasar di Kota Solo. Hal ini menyusul rendahnya penerimaan tebusan amnesti pajak dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada periode pertama.

Data Kantor Wilayah DJP Jateng II menyebut penerimaan amnesti pajak sebanyak Rp1,2 triliun. Dari jumlah itu, sektor UMKM menyumbang Rp410,6 miliar, dari 3 ribu UMKM yang memanfaatkan amnesti pajak. Padahal, DJP Jateng II mendata ada sebanyak 120 ribu UMKM di 12 kota kabupaten wilayah kerjanya.

Baca: Solo, Kota dengan Jumlah Wajib Pajak Terbanyak Memanipulasi Faktur Pajak

Kepala Kantor Wilayah DJP Jateng II Lusiani mengungkapkan di Kota Solo, baru 1.500 UMKM yang memanfaatkan amnesti pajak periode pertama. "Jumlah tersebut masih jauh dari harapan," ungkapnya usai berdialog bersama perwakilan pedagang 44 pasar di Kota Solo, Selasa (22/11/2016).

Melansir data Dinas Koperasi Kota Solo, total UKM di Kota Bengawan 43.700 unit. Wajar bila Lusiani bilang jumlah UMKM yang memanfaatkan pengampunan pajak kurang memuaskan.

Lusiani menerangkan tarif tebusan bagi UMKM dihitung berbeda. UMKM yang mendeklarasikan aset sampai dengan Rp10 miliar hanya membayar tebusan dengan tarif 0,5 persen. Yang deklarasi harta di atas Rp10 miliar dikenai tarif tebusan 2 persen.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo Subagiyo mengatakan, ada sekitar 16.500 pedagang di 44 pasar. "Kita akan ambil 300 orang sebagai pionir untuk menyebarkan informasi mengenai amnesti pajak," katanya.

Baca: 129 Ribu UMKM di Jateng II Belum Ikut Amnesti Pajak

Dia berharap, berbagai yang dilakukan DJP Jateng II dan pemkot bisa mendongkrak penerimaan UMKM di periode kedua, Oktober hingga Desember 2016.


(SAN)