Penerimaan Cukai Rokok di Kudus Masih Jauh dari Target

Rhobi Shani    •    Selasa, 04 Oct 2016 18:09 WIB
cukai
Penerimaan Cukai Rokok di Kudus Masih Jauh dari Target
Gerbang Kudus Kota Kretek, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Kudus: Pendapatan cukai dari sektor rokok Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, belum mencapai target. Tingkat produksi rokok dan banyak produk yang tak berpita cukai menjadi alasan masalah tersebut.

Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Suryana mengatakan target penerimaan cukai pada 2016 yaitu Rp33,92 triliun. Namun hingga 30 September, penerimaan baru mencapai 47,55 persen atau sekitar Rp16,12 triliun. 

Suryana menyebutkan sejumlah faktor yang menghambat penerimaan setoran cukai. Satu di antaranya efek dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 20 tahun 2015. Aturan itu mengamanatkan pembayaran cukai Januari - Februari 2016 dipercepat. Pembayarannya harus dilakukan pada Desember 2015.

"Jadi ada dua bulan yang ikut tahun lalu. Itu nominalnya cukup besar," kata Suryana di ruang kerjanya di Kudus, Selasa (4/10/2016).

Tahun ini, KPPBC Tipe Madya Kudus melayani pemesanan cukai dari 95 perusahaan rokok se-eks Karisidenan Pati. Lalu ada juga sembilan pabean atau kawasan berikat dan satu gudang berikat.

"Berdasar data sekitar 4 persen dari total rokok yang beredar di pasaran itu bodong. Maka tidak ada kontribusi dari rokok bodong itu ke kas negara," kata Broto.

Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, Broto melanjutkan, pemesanan cukai rokok marak menjelang akhir tahun. Sehingga, pihaknya optimistis target dapat tercapai.

Ia mencontohkan pada 2015. Penerimaan yang diterima KPPBC Tipe Madya Kudus sebesar Rp34,56 triliun atau 97,85 persen. Sedangkan target capaiannya Rp35,32 triliun.

Perusahaan rokok golongan I menyumbang penerimaan cukai rokok terbesar, yaitu 86 persen. Perusahaan rokok kelas kakap ini banyak di Kudus. Sedang 14 persen lainnya berasal dari pabrik rokok golongan II dan III yang tersebar di Jepara, Rembang, Pati, hingga Blora.


(RRN)