Pembebasan Lahan Calon Bandara di Yogya Diklaim Tercepat

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 03 Nov 2016 17:00 WIB
bandara
Pembebasan Lahan Calon Bandara di Yogya Diklaim Tercepat
Masterplan New Yogyakarta International Airport. (Metrotvnews.com/jogjainvest.jogjaprov.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pimpinan Proyek Rencana Pembangunan Bandara Kulonprogo dari PT Angkasa Pura I, Sujiastono, mengklaim proses pengadaan lahan untuk proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), paling cepat di Indonesia.

Disebut paling cepat, kata dia, karena waktu yang dibutuhkan tidak harus bertahun-tahun.

Baca: Bandara Kulon Progo Bisa Pertajam Ketimpangan Sosial

"Itu disampaikan Sekretaris Jenderal Badan Pertanahan Nasional, Noor Marzuki," kata Sujiastono saat dihubungi Metrotvnews.com di Yogyakarta, Kamis (3/11/2016).

Sujiastono mengatakan pengadaan lahan telah berlangsung setelah adanga Izin Penetapan Lahan (IPL). Tak berselang lama, IPL tersebut digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara pada Maret 2015 dan dimenangkan warga. Namun, warga kembali kalah saat proses kasasi di Mahkamah Agung.

"Sekarang kita sudah proses pembayaran ganti rugi. Waktu yang dibutuhkan sekitar dua tahun," ujarnya.

Baca: Bandara Kulon Progo Datang, Puluhan Ton Hasil Pertanian Hilang

Ia menambahkan proses pengadaan lahan juga telah mengakomodasi masyarakat yang tak setuju dan belum siap. Sujiastono mengatakan ada banyak warga yang mengajukan proses hukum apabila nilai ganti rugi lahan tak disepakati.

Menurut dia, pemerintah telah menggunakan pendekatan dengan masyarakat selama proses berlangsung. Selain itu, juga dikawal Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4D).

"Di daerah lain lama karena pemohon, Pemda, BPN, tidak sinergi. Walaupun di Yogyakarta proses pendekatan juga ada batasannya," pungkasnya.

Baca: Bandara Kulon Progo Ditargetkan Beroperasi 2019

NYIA berlokasi di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Bandara ini diklaim mampu melayani 15 Juta penumpang. Juga mampu menampung 28 pesawat besar sekelas Boeing 777.


(SAN)