Ribuan Pedagang Pasar Tradisional Terlibat pada Solo Great Sale

Pythag Kurniati    •    Minggu, 28 Jan 2018 11:47 WIB
boaz solossa
Ribuan Pedagang Pasar Tradisional Terlibat pada Solo Great Sale
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka Solo Great Sale 2018 -- Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Gelaran Solo Great Sale (SGS) 2018 resmi dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Acara tahunan yang digelar sepanjang Februari ini melibatkan seluruh pedagang pasar tradisional di Solo.

"Ini tahun keempat SGS yang digelat bertepatan dengan low season untuk mendongkrak perekonomian Solo agar semakin menggelinding," kata Ganjar saat membuka SGS di Solo, Minggu, 28 Januari 2018.

Menurut Ganjar, pihaknya saat ini tengah mendorong berbagai agenda serupa di kabupaten/kota di Jawa Tengah. "Agar perekonomian semakin menggeliat," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Industri, Pedagang, dan Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Solo David R. Wijaya mengatakan ada 44 pasar tradisional dilibatkan pada SGS 2018. Dari jumlah tersebut, total ada 2.000 pedagang terlibat di dalamnya.

Menutur David, pelibatan 44 pasar tradisional bukan tanpa alasan. Tujuannya, agar pasar tradisional di Solo termotivasi memberikan pelayanan yang baik.

"Supaya (pasar tradisional) tetap menjadi ikon Kota Solo dan tidak tertinggal dibanding pertokoan modern," beber David.

Nantinya, lanjut David, pembeli mendapatkan nota setiap transaksi Rp50 ribu dan kelipatannya. "Nota tersebut dapat ditukarkan dengan poin. Setiap Rp50 ribu mendapat satu poin," jelasnya.

Di akhir periode SGS 2018, poin diundi untuk memperebutkan hadiah utama sebuah rumah. Tak hanya itu, Pemkot Surakarta dan Kadin melombakan 44 pasar tradisional dalam berbagai kategori selama SGS berlangsung.

Kategori yang dilombakan, di antaranya pasar terheboh, pasar dengan dekorasi terbaik, dan pasar paling kreatif.

SGS 2018 menargetkan total transaksi Rp425 miliar. Ada 5.000 peserta digandeng dalam acara ini selain pasar tradisional, mereka di antaranya perhotelan dan pertokoan yang siap memberikan promo dan diskon menarik bagi warga Solo maupun wisatawan.

Sebagai informasi, masa low season biasanya terjadi di Februari ketika perputaran bisnis berada pada titik rendah. Oleh karena itu Pemkot Surakarta dan Kadin Solo berupaya membuat SGS untuk menjawab kegelisahan dunia bisnis.

SGS diharapkan dapat membangun kembali aktivitas perputaran bisnis yang terjadi di Solo dan juga untuk meningkatkan jumlah wisatawan Solo.


(NIN)