UMP Yogyakarta Belum Memenuhi Standar Hidup Layak

Patricia Vicka    •    Selasa, 23 Oct 2018 02:47 WIB
upah
UMP Yogyakarta Belum Memenuhi Standar Hidup Layak
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Yogyakarta: Hasil survei menyebutkan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Yogyakarta yaitu Rp2.911.516. Lantaran itu kenaikan upah minimum pada 2019 sebesar 8,03 persen dianggap jauh dari standar KHL.

Pada 2018, upah minimum kota (UMK) Yogyakarta sebesar Rp1.709.150. Bila merujuk pada kenaikan upah minimum yang ditetapkan pemerintah itu, maka UMK Yogyakarta tahun depan sebesar Rp1.846.394.

Adapun survei dilakukan oleh Front Perjuangan Pemuda Indonesia(FPPI) dan Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Survei dilakukan pada 2018 KHL itu meliputi item di antaranya biaya tempat tinggal, biaya transportasi, biaya makan dan minum, dan biaya komunikasi.

Menurut puluhan buruh yang berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, besaran UMK itu masih jauh dari standar KHL. Jadi, mereka menilai upah tersebut murah.

"Itu yang menjadi faktor utama terjadinya ketimpangan dan kemiskinan di DIY," ujar Irsyad Ade Irawan, koordinator aksi, Senin, 22 Oktober 2018.

Irsyad dan teman-teman buruh lain pun menuntut pemerintah maupun perusahaan menyediakan fasilitas lain seperti perumahan murah, asuransi kesehatan, asuransi keselamatan kerja, dan jaminan hari tua.

"Bisa juga memberikan bantuan permodalan bagi koperasi guru dan UMKM yang dikelola oleh keluarga buruh," tegasnya.

Berikut besaran KHL sesuai survei FPPI&ABY:
- Kota Yogyakarta, Rp2.911.516
- Kabupaten Sleman, Rp2.859.085
- Kabupaten Bantul, Rp2.478.829
- Kabupaten Kulon Progo, Rp2.584.273
- Kabupaten Gunungkidul, Rp2.440.517.


(AGA)