Rapat Penentuan UMK Jepara Tanpa Hasil

Rhobi Shani    •    Rabu, 05 Oct 2016 15:45 WIB
upah
Rapat Penentuan UMK Jepara Tanpa Hasil
Rapat penentuan UMK di Kantor Dekopinda Jepara, Rabu (5/10/2016). (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Rapat penentuan pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2017 berlangsung alot. Rapat sejak pukul 10.00-13.00 WIB di Kantor Dekopinda Jepara, Rabu 5 Oktober, berakhir tanpa kesepakatan.

Rapat yang difasilitasi Dinsosnakertrans Jepara dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sahli Rais; Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jepara Murdiyanto; PC RTMM Agus S; dan perwakilan Badan Pusat Statistik Jepara.

Kabid Hubungan Industrial dan Pengawas Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara Edi Wijayanto menyampaikan, Perwakilan KSPI bersikukuh penentuan UMK didasarkan pada survei kebutuhan hidup layak (KHL).

Sedangkan Apindo ingin besaran UMK didasarkan pada PP Nomor 79 tahun 2015 atau didasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng Nomor 65 tahun 2014.

Serikat pekerja mengusulkan besaran UMK 2017 Rp1.658.339. Nominal itu berdasarkan  perhitungan KHL terakhir serta tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Sementara, jika dihitung berdasarkan pergub dengan KHL terakhir didapati angka Rp1.549.056.

“Tapi jika mengacu pada PP, besaran UMK 2017 sebesar Rp1.458.540,” kata Edi.

Dari ketiga dasar perhitungan UMK tersebut, didapati angka yang lebih tinggi dibandingkan UMK tahun ini. Saat ini UMK Kabupaten Jepara sebesar Rp1.350 ribu.


(SAN)