Kepatuhan Pengusaha Bantul Bayar Pajak Rendah

Antara    •    Selasa, 21 Feb 2017 17:31 WIB
tax amnesty
Kepatuhan Pengusaha Bantul Bayar Pajak Rendah
Foto ilustrasi. (Ant/Risky Andrianto)

Metrotvnews.com, Bantul: Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta Yuli Kristiyono mengatakan kepatuhan pengusaha Kabupaten Bantul membayar pajak masih rendah dibanding dua daerah lain di provinsi itu.

"Dibanding Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, Bantul masih di bawah dua daerah itu," katanya di sela seminar Business Development Service (BDS) bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Bantul di Bantul, Selasa, 21 Februari 2017.

Yuli memperkirakan hanya sekitar 40 persen dari 140 ribu pengusaha Bantul yang tertib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Sedangkan potensi pajak dari wajib pajak kalangan pengusaha Bantul itu disebutnya belum bisa dihitung karena belum ada data konkret bisnis pelaku UKM.

"Katakanlah kalau di Bantul ada 140 ribu UKM itu saya belum punya data berapa yang sudah punya NPWP (nomor pajak wajib pajak) dan mana yang belum, karena asumsinya mereka masih baru akan tumbuh," katanya.

Apalagi, kata dia, pajak yang bisa dipungut KKP besarannya tergantung aset dan penghasilan pengusaha. Sementara basis data yang menunjukkan omzet masing-masing UKM yang dimiliki lembaga pajak itu belum tersedia.

"Kalau kita sudah punya data omzet baru bisa tahu potensinya, tapi kalau misal mereka mau ikut 'tax amnesti' kami buka kesempatan dan jelaskan. Kalau UKM dengan aset Rp1 miliar itu pajaknya cuma 0,5 persen yaitu hanya Rp5 juta," katanya.

Oleh sebab itu, ia berharap ke depan para pengusaha UKM di Bantul tidak hanya sekadar patuh kepada lembaga perbankan untuk bayar pinjaman, patuh dalam hal perizinan, tetapi juga patuh dalam perpajakan.


(SAN)