Isu Rush Money Tak Pengaruhi Pengusaha Mebel Jepara

Rhobi Shani    •    Selasa, 22 Nov 2016 14:15 WIB
rush money
Isu <i>Rush Money</i> Tak Pengaruhi Pengusaha Mebel Jepara
Foto ilustrasi. (Ant/Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jepara: Pengusaha mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tak terpengaruh isu rush money. Para eksportir mebel sampai saat ini masih percaya menyimpan uangnya di bank. Hanya saja, gejolak ekonomi dunia membuat industri mebel lesu.
 
Pengusaha mebel Ahmad Fauzi menyampaikan isu rush money sudah diketahui pelaku industri mebel di Jepara. Namun, itu tak membuat lantas para pengusaha menarik uangnya dari bank dalam skala besar.
 
“Teman-teman sudah tahu, tapi gejolak menarik uang tidak ada,” ujar Fauzi, mantan Ketua Asmindo Jepara, Selasa (22/11/2016).
 
Lebih lanjut Fauzi menyampaikan, pada umumnya para eksportir usai bertransaksi tidak langsung menarik uang dalam jumlah besar. Para pengusaha mebel akan melihat nilai tukar dolar terlebih dahulu.
 
“Kalau nilai dolar pas bagus, ya ada yang diambil. Tapi itu pun tidak semuanya,” kata Fauzi.

Baca: Warga Yogya tak Terpengaruh #RushMoney2511
 
Hal senada juga disampaikan eksportir mebel Arlin Zulianti. Isu gejolak ekonomi yang terjadi di Amerika tidak banyak memberi pengaruh pada mebel Jepara. Pasalnya, saat ini mebel Jepara banyak diekspor ke Timur Tengah dan negara-negara Eropa.
 
“Setiap terjadi gejolak ekonomi dunia memang berdampak pada mebel, tapi isu rush money ini belum memberi pengaruh pada mebel. Teman-teman pengusaha masih menyimpan uangnya di bank,” kata Arlin.
 
Ditambahkan Arlin, nilai transaksi sekali ekspor mebel rata-rata mencapai USD35 ribu. Uang yang dibayarkan pembeli tidak lantas ditarik semua dari bank. Para pengusaha hanya mengambil sebagian untuk produksi mebel berikutnya. Selain itu, tidak semua pembeli langsung membayar jumlah nilai transaksi.
 
“Ya, ada yang langsung mengambil semuanya. Tapi, persentasenya kecil. Kalau buyer yang sudah lama, biasanya diangsur beberapa kali,” kata Arlin.

 


(UWA)