80% Tenaga Kerja Konstruksi PLTU Tanjung Jati Bersertifikat

Rhobi Shani    •    Kamis, 27 Sep 2018 13:21 WIB
infrastruktur
80% Tenaga Kerja Konstruksi PLTU Tanjung Jati Bersertifikat
Pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5-6. Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: PT Mitsui mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 2.200 orang pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Unit 5 – 6 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.027 tenaga kontruksi sudah mengantongi sertifikat profesi. Jumlah tenaga kerja yang disertifikasi terus bertambah.

"Ini yang kedua kami selenggarakan, sebelumnya juga sudah pernah. Jadi total sampai saat ini kurang lebih sudah ada 80 persen tenaga kontruksi yang bersertifikasi," ujar Deputy Site Manager PT Mitsui, Siagian usai membuka kegiatan sertifikasi tenaga kontruksi di PLTU Tanjung Jati B, Kamis, 27 September 2018.

Pihaknya menargetkan seluruh tenaga kerja kontruksi dan sipil sudah mengantongi sertifikasi profesi tahun depan. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Kontruksi.

Uji sertifikasi tenaga kerja ini dimaksud untuk menciptakan tenaga kerja yang berkompeten. Serta, melahirkan tenga-tenga kontruksi yang handal.

"Dengan tuntutan hasil pekerjaan kontruksi yang baik dan aman," kata Siagian.

Direktur Pemberdayaan Dirjen Bina Konstruksi KemenPUPR, Sucipto dalam sambutannya menyampaikan, tenaga kerja kontruksi harus memiliki sertifikat profesi setelah UU Konstruksi diberlakukan 2017.

Bupati, selaku pemimpin daerah mempunyai kewenangan mengawasi tenaga kerja kontruksi. "Jika ditemukan ada yang tidak bersertifikat akan dikenakan sanksi," ungkap Sucipto.

Sucipto menambahkan, operator alat berat juga haru mengantongi sertifikat selain tenaga kontruksi dan sipil. Pekerja operator alat barat pada proyek pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5-6 sampai saat ini belum ada yang bersertifikat.

"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) Sumitomo," tandas Sucipto.


(SUR)