Sentra Kerajinan di Bantul Bertambah

Antara    •    Senin, 12 Nov 2018 09:57 WIB
industri kreatif
Sentra Kerajinan di Bantul Bertambah
pengrajin tengah membuat kerajinan dari bahan daur ulang berupa kulit, merang, kertas di pusat kerajinan tangan di Desa Tembi, Bantul, Yogyakarta. MI/Usman Iskandar

Bantul: Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan jumlah sentra industri kerajinan bertambah dalam satu tahun terakhir. Setidaknya ada tiga sentra kerajinan baru yang muncul tahun ini.

"Sekarang di Bantul ada sebanyak 78 sentra industri kerajinan, padahal akhir 2017 lalu masih sebanyak 75 sentra, sentra berbagai macam jenis kerajinan," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Bantul Sulistyanto di Bantul, Senin, 12 November 2018.

Berbagai sentra kerajinan di Bantul di antaranya sentra kerajinan batik, kerajinan tatah sungging, kerajinan rajut dan sentra kerajinan kayu. Produk kerajinan itu telah menjadi produk unggulan daerah setempat.

Selain industri kerajinan, kata dia, juga ada sentra makanan atau kuliner. Misalnya mie lethek, mie pedes, sentra jamu, dan makanan khas tradisional yang sudah diproduksi secara turun temurun masyarakat perajin.       

"Itu gambaran bahwa program one village one product, Pemerintah Kabupaten Bantul itu sudah berjalan. Makanya Bantul menjadi yang terbanyak di DIY yang mempunyai sentra industri kerajinan," katanya.

Menurut dia, ada satu desa yang punya lebih dari satu sentra kerajinan. Namun, ada juga desa yang belum memiliki sentra dan akan didorong agar bisa tumbuh sentra industri kreatif baru.

"Kekuatan Bantul itu ada di sektor industri kreatif para perajin, harapannya produk-produk daerah itu makin dikenal masyarakat. Karena terkadang ada juga masyarakat sekitar tidak tahu apa produk unggulannya," katanya.

Salah satu cara pemerintah mendorong pertumbuhan sentra industri kerajinan dengan fasilitas pameran.


(SUR)