Dua Orang Meninggal karena DBD Selama Dua Bulan

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 24 Jan 2019 11:49 WIB
demam berdarah
Dua Orang Meninggal karena DBD Selama Dua Bulan
Pasien demam berdarah menjalani perawatan di bangsal anak RSUD Brebes, Jawa Tengah, Kamis, 24 Januari 2019. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Brebes: Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Brebes, Jawa Tengah, meningkat pada Januari 2019. Tercatat ada 33 kasus warga terjangkit DBD dan dua di antaranya meninggal.

"Ini baru awal tahun, padahal sepanjang 2018 penderita DB hanya ada 32 kasus dan 1 penderita meninggal dunia," kata Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Kabupaten Brebes, Ismawan Nur Laksono, Kamis, 24 Januari 2019.

Ismawan menjelaskan, jumlah tersebut termasuk sembilan kasus yang terjadi pada Desember 2018. Memasuki tahun 2019 hingga hari ini tercatat 33 kasus DB yang terjadi. Bahkan dua penderita warga Kecamatan Kersana meninggal dunia.

Ismawan menjelaskan, merebaknya penyakit ini disebabkan pertumbuhan nyamuk khususnya nyamuk malaria atau aedes aegypti yang semakin pesat ketika musim hujan.

Kasus DB tersebar dan meningkat di Brebes terutama di daerah pesisir, sebab nyamuk tersebut juga bisa hidup dan berkembang di dataran tinggi, air payau seperti di pesisir laut pantai utara (Pantura).

"Pola hidup nyamuk berubah lantaran terjadi mutasi gen akibat pengaruh musim. Hal itulah yang menjadi penyebab meningkatnya kasus DB di daerah pesisir," beber Ismawan.

Sementara Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana mengatakan, selama bulan Januari 2019 banyak pasien yang menjalani perawatan karena menderita kasus tersebut dan mayoritas adalah anak-anak. Ada 11 pasien yang didiagnosis menderita DB.

"Mayoritas pasien adalah anak usia dua sampai tujuh tahun. Tapi saat ini ada satu pasien dewasa dibanding Desember 2018 lalu, jumlah pasien ada 16 orang," ungkap Suprana.


(DEN)