Jawa Tengah Yakin Surplus Produksi Beras

Mustholih    •    Selasa, 23 Jan 2018 20:33 WIB
pangan
Jawa Tengah Yakin Surplus Produksi Beras
Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Semarang: Provinsi Jawa Tengah diperkirakan surplus beras musim panen tahun ini. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan pasokan beras untuk masyarakat Jateng cukup melimpah sehingga mampu dikirim ke beberapa provinsi tetangga.

"Stok beras di Jawa Tengah aman. Jawa Tengah sendiri kebutuhan berasnya 226 ribu ton (per tahun)," kata Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 23 Januari 2018.

Provinsi Jateng memiliki 1,03 juta hektare lahan pertanian. Pada bulan ini, sebanyak 109 ribu hektare lahan pertanian sudah siap panen gabah. Puncak musim panen, kata Ganjar, jatuh pada Februari 2018 dengan luas lahan panen sebesar 329 ribu hektare.

"Maret mulai agak turun (menjadi) 293,6 ribu hektare. April masih ada panen kurang lebih 232,9 ribu hektare," ujar Ganjar menegaskan.

Jawa Tengah mampu memproduksi 370 ribu ton beras hanya dari hasil panen 109 ribu hektare lahan pertanian. Total beras hasil panen hingga April 2018 ini mencapai 2,3 juta ton.

"Itu kalau dimakan oleh masyarakat Jawa Tengah masih surplus. Historinya kemarin pada tahun kemarin, sepanjang bulan sepanjang tahun kita surplus beras,” ungkap Ganjar.

Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Tengah Djoni Nur Ashari mengatakan Jawa Tengah diprediksi bakal surplus beras. Sehingga, kelebihan beras ini bisa 'diekpor' ke provinsi lain.

"Pada tahun ini hingga pertengahan Januari, kita diminta mengirim ke DKI Jakarta sepuluh ribu ton dan baru tadi siang kami diminta mengirim ke Medan dua ribu ton,” bebernya.


(SUR)