BI Yogya Ajak BUMN Sisihkan CSR untuk Pasar Murah

Patricia Vicka    •    Kamis, 11 May 2017 11:39 WIB
jelang ramadan
BI Yogya Ajak BUMN Sisihkan CSR untuk Pasar Murah
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sejumlah harga kebutuhan pokok di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai merangkak naik menjelang Ramadan. Tim Pengendali Inflasi Daerah setempat akan memperbanyak kegiatan pasar murah.

Ketua tiga TPID DIY Budi Hanoto mengatakan Bank Indonesia (BI) dan Bulog Divre DIY bersedia menyelenggarakan pasar murah. BI akan menggandeng BUMN lainnya untuk menyelenggarakan pasar murah melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

"Pasar murah diperkirakan diadakan bulan ini," tutur Budi yang juga menjabat sebagai Gubernur BI DIY pada Metrotvnews.com di Yogyakarta, Kamis, 11 Mei 2017.

Selain itu, TPID akan menambah satu kios Segoro Amarto di Pasar Kranggan Yogyakarta pekan depan. Kios Segoro Amarto dikhususkan untuk menjual sembako dengan harga murah.

"Kami jual harga sembako murah di Segoro Amarto biar menstabilkan harga dipedagang pasar tradisional lainnya. Harga di kios ini akan jadi refrensi pedagang lainnya," terang Budi.

Budi mengimbau pedagang sembako tak aji mumpung untuk meraup untung terlalu tinggi di masa ramadan. Sementara warga diimbau tidak panic buying untuk mencegah kenaikan harga signifikan.

Sementara itu, Kepala Bulog Divisi Regional DIY Miftahul Adha mengatakan Bulog akan menggelar pasar murah pada 24-26 Mei 2017 di kantor Bulog DIY Kotabaru Yogyakarta. Seluruh sembako dijual di bawah harga pasar.

"Pasar ini terbuka untuk umum dan pembelian barang tidak dibatasi," kata Miftah.

Sembako yang dijual di antaranya gula pasir seharga Rp11.300/kg, beras c4 Rp9.500/kg, beras mentik wangi Rp10.500/kg, bawang putih Rp42ribu/kg, dan minyak goreng Rp12.300/liter.


(SAN)