Ciri Investasi Bodong Berkedok Syariah

Patricia Vicka    •    Kamis, 03 Nov 2016 20:34 WIB
investasi
Ciri Investasi Bodong Berkedok Syariah
OJK mengimbau masayarakat DIY untuk kritis pada tawaran investasi keuangan. Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Otoritas Jasa Keuangan melaporkan beragam investasi bodong berkedok syariah menjamur di Jawa Tengah dan DIY. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Nizar Ali mengimbau masyarakat untuk kritis dan teliti saat ditawari kerja sama investasi. 

Ia menjelaskan ciri-ciri investasi syariah yang benar adalah memiliki produk atau objek yang jelas untuk bisa menghasilkan uang. Selain itu, calon investor akan dijelaskan skema bisnis investasi tersebut. 

Padepokan Taat Pribadi, menurut Nizar, adalah contoh investasi bodong berkedok syariah yang patut diwaspadai. 

"Menggadakan uang itu melanggar agama," tuturnya kepada Metrotvnews.com usai menghadiri pembentukan Satgas Waspada Investasi DIY, di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (3/11/2016). 

Beragam upaya sudah dilakukan Kemenag DIY untuk menyosialisasikan bentuk-bentuk investasi syariah. Salah satunya adalah rutin mengadakan seminar dan pelatihan pembelajaran investasi syariah ke masyarakat. 

"Kami panggil kelompok masyarakat muslim seperti takmir masjid, tokoh agama, dan anggota ormas Islam untuk ikut seminar. Dalam setahun ada 5-6 kali seminar dan workshop supaya mereka tak jadi korban investasi bodong," jelas Nizar. 

Hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan laporan warga DIY yang menjadi korban investasi syariah bodong. Namun, pihaknya akan segera membuka posko laporan investasi syariah bodong. 

Kepala Regional 3 Jateng dan DIY OJK, M. Ihsannudin, mengatakan pelaku investasi bodong sering memakai pemuka atau tokoh agama untuk menarik korban. Masyarakat yang percaya dengan iming-iming keuntungan besar dan ajaran sang tokoh akhirnya teperdaya.


(UWA)