Kesadaran Wajib Pajak Rendah

Patricia Vicka, Kuntoro Tayubi, Rhobi Shani    •    Kamis, 09 Mar 2017 17:12 WIB
tax amnesty
Kesadaran Wajib Pajak Rendah
Loket pelayanan di KPP Jepara, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Program amnesti pajak akan berakhir pada 31 Maret 2017. Meski begitu, masih banyak warga yang belum memanfaatkan periode pengampunan ini.  

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekalongan, Taufik Wijianto, mengatakan tingkat kepatuhan wajib pajak di tiga wilayahnya Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan serta Kabupaten Pemalang tak sampai 50 persen.

"Untuk pelaporan SPT masih sangat rendah. Sebagai contoh, di Kabupaten Pekalongan wajib pajak (WP) yang SPT-nya terdaftar ada sekitar 47 ribu, tapi yang melapor hanya sekitar 22 ribu saja. Sedangkan yang bayar hanya sekitar 9,7 persen saja," katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis, 9 Maret 2017. 

Padahal, KPP Pratama pekalongan mendapat target penerimaan tax amnesty Rp896 miliar dari target nasional sebanyak Rp1.307 triliun.

"Dua bulan terakhir ini, KPP Pratama Pekalongan capaiannya sudah sekitar 21 persen. Masih sedikit memang," ujarnya.

Kondisi serupa juga diamini Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta Yuli Kristiyono. Di wilayahnya, baru 11 persen atau sekitar 52.394 dari total 497.000 wajib pajak yang sudah membayar. 

"Survei menunjukkan pemahaman dan pembayaran wajib pajak di DIY rendah," tuturnya saat konferensi pers di Sleman, DIY.

Mirisnya ia mengatakan masih banyak anggota dewan di salah satu kabupaten di DIY belum membayar pajak. Beberapa di antara mereka bahkan belum melapor penghasilan tambahan di luar pekerjaan pada SPT.

Padahal, kantor pelayanan pajak sudah berupaya maksimal menarik minat wajib pajak. Berbagai sosialisasi dan seminar dilakukan. Bahkan, jam pelayanan pun ditambah. 

KPP Pratama Jepara, misalnya. Kantor pelayanan dibuka selama tujuh hari dalam sepekan. Termasuk hari Sabtu dan Minggu.

“Ada 10 karyawan kami yang akan melayani di loket setiap Sabtu dan Minggu, tapi hanya setengah hari,” ujar Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono.

Sejak program amnesti pajak digulirkan, KPP Pratama Jepara berhasil mengumpukan uang tebusan sebesar Rp31,8 miliar. Sementara nilai harta yang dideklarasikan mencapai Rp1,9 triliun.
 
“Sampai 6 Maret, jumlah wajib pajak yang menyampaikan SPH (Surat Pernyataan Harta) sebanyak 1.665,” ujar Endaryono.


(SAN)