Penjualan Pertalite Naik, Pertamina Bantah 'Hilangkan' Premium

Pythag Kurniati    •    Jumat, 11 Nov 2016 15:46 WIB
bbm
Penjualan Pertalite Naik, Pertamina Bantah 'Hilangkan' Premium
Foto ilustrasi. (Ant/Destyan Sujarwoko)

Metrotvnews.com, Solo: PT Pertamina mengklaim penjualan Premium di Solo Raya terus turun. Produk baru bahan bakar minyak, Pertalite telah menguasai 51 persen.

Wilayah Solo Raya meliputi Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Di eks Karesidenan Surakarta itu, ada 140 SPBU yang berafiliasi dengan Pertamina.

“Berdasarkan data kami, konsumsi Premium di Solo Raya turun hingga 9 ribu kiloliter,” ungkap Didi Andrian, jajaran Humas PT Pertamina unit pemasaran Region Jawa Bagian Tengah, saat ditemui di Kota Solo, Jumat (11/11/2016). 
 
Andrian menerangkan, konsumsi premium di Solo Raya pada Agustus 2016 tercatat sebanyak 28 ribu kiloliter. Sedangkan pada bulan September menjadi 19 ribu kiloliter.

Konsumen beralih ke Pertalite. Terlihat dari peningkatan dari 16 ribu kiloliter pada Agustus menjadi 23 ribu kiloliter pada September. "Naik 7 ribu kiloliter," tegasnya.
 
Peningkatan konsumsi dibarengi dengan naiknya pangsa pasar Pertalite. Andrian merinci, Pertalite mendominasi pasar dengan 51 persen. Sementara Premium dan Pertamax masing-masing 28 persen dan 21 persen. 
 
“Dengan harga yang terpaut sedikit, Pertalite memungkinkan masyarakat tidak sering mengisi bahan bakar dibanding menggunakan Premium. RON juga lebih tinggi,” ujarnya.

Andrian mengelak bila perubahan pangsa pasar ini diakibatkan Pertamina menghilangkan Premium. "Kami hanya menyesuaikan tren konsumsi masyarakat yang berkembang saat ini," pungkas dia.


(SAN)