Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Jateng Dinilai Lambat

Budi Arista Romadhoni    •    Kamis, 22 Mar 2018 16:24 WIB
ekonomi syariah
Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Jateng Dinilai Lambat
Penandatanganan deklarasi Pusat Informasi, Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES) di Kantor BI Perwakilan Jateng, Semarang, Kamis, 22 Maret 2018, Medcom.id - Budi Ariesta

Semarang: Ekonomi syariah di Jawa Tengah tumbuh dengan lambat. Masyarakat masih belum menggunakan perbankan yang mengelola keuangan dengan sistem syariah. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan pertumbuhan perbankan atau ekonomi syariah memang lebih lambat daripada konvensional. Di Jateng, pertumbuhan ekonomi syariah baru mencapai enam persen.

"Jateng menduduki peringkat 4 nasional setelah DKI, Jatim, dan Jabar. Kami mendorong perkembangan ekonomi syariah Jateng bisa lebih tinggi lagi," ungkap Hamid dalam peresmian Pusat Informasi, Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (Pikes) Jateng, Kamis, 22 Maret 2018.

Hamid mengaku peningkatan ekonomi syariah di Jawa Tengah sangatlah baik. Masyarakat Jawa Tengah lebih sering menggunakan jasa pembiayaan dan modal usaha.

"Pikes ini menjadi wadah komunikasi ekonomi syariah. Sebanyak 12,3 persen masyarakat yang kurang mampu, perlu ada peningkatan ekonomi yaitu pinjaman modal UMKM, kemudian modal usaha syariah juga akan konsen di pesantren," ungkapnya. 

Ekonomi syariah diharapkan bisa mendukung peningkatan pemberdayaan santri di pesantren, melalui UMKM, baznas, dan bank syariah. 

Kemudian Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono mengaku, ekonomi syariah belum optimal di Jawa Tengah. 

"Ekonomi syariah Jawa Tengah memang masih sangat kecil, tapi perkembangannya cukup baik. Masyarakat mulai menggunakan layanan perbankan syariah, semoga pelayanannya juga meningkat. Dengan adanya Pikes ini semoga bermanfaat untuk memajukan perkembangan ekonomi syariah," ucapnya. 

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Muhidin mengimbau masyarakat memanfaatkan sistem perekonomian syariah. Sebab sistem itu juga mengurusi zakat, sedekah, dan infak.

"Jadi mari kita berjihad untuk ekonomi syariah. Seperti zakat, adalah pengendali harta kita dan membantu sesama," ajaknya.


(RRN)