Perekonomian Indonesia Memasuki Ekuilibrium Baru

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 23 Sep 2018 10:42 WIB
ekonomi kreatifstartup
Perekonomian Indonesia Memasuki Ekuilibrium Baru
Ekonom UGM Tony Prasetyantono. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Dunia perekonomian Indonesia sedang menuju titik kesetimbangan (ekuilibrium) baru. Situasi itu dipengaruhi sejumlah fenomena baru yang ada di kehidupan masyarakat.

"Era inovasi atau temuan teknologi, revolusi industri 4.0 yang mengubah titik kosong," kata ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Tony Prasetyantono di Yogyakarta, Sabtu malam, 22 September 2018.

Ia mencontohkan Gojek yang sudah masuk menjadi perusahaan startup baru berkelas unicorn. Nilainya valuasinya mencapai miliaran dolar Amerika Serikat, belum lagi valuasi startup lain. Dia melihat situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya.

"Situasi ini yang akan menyebabkan perekonomian kita mencapai titik equilibrium baru; bisa positif, bisa negatif. Kalau bisa adaptasi akan (berdampak) positif. Jika tak mampu akan tertendang," katanya.

Pariwisata menjadi satu sektor yang bisa menjadi pendorong pendapatan devisa besar. Sebab, pelancong saat ini lebih mencari travel experience ata pengalaman dalam berwisata.

"Misalnya, semua orang ingin mengalami sensasi Garuda Wisnu kencana. Lalu merasakan sensasi Gua Pindul," ujarnya.

Akan tetapi, dia melihat target pemerintah untuk menggaet 20 juta wisatawan asing pada tahun depan cukup sulit. Sebab, tahun ini saja hanya sekitar 15 juta.

Baca: 'Membandingkan Rupiah dengan Era 1998 Menyesatkan'

Jika dibandingkan negara seperti Thailand, Indonesia masih cukup tertinggal. Thailand bisa menyedot sekitar 30 juta lebih wisatawan asing.

"Karena ada atraksi macam-macam di sana," kata dia.

Ia tetap optimis iklim pariwisata Indonesia bisa terus berkembang. Pariwisata, kata dia, membutuhkan infrastruktur dan entrepreneur (pelaku usaha). Jika wisata tak dikemas dengan menarik akan tetap sulit menarik wisatawan.

"Misalnya juga, laut selatan memang indah. Tapi kalau tidak ada investasi bikin resort, lihat pantai dua jam selesai. Kita punya Jogja yang kreatif, Bandung juga. Kita punya banyak destinasi saya kira," katanya.


(SUR)