Go-Jek Dongkrak Penjualan UMKM Kuliner

Budi Arista Romadhoni    •    Selasa, 03 Jul 2018 19:42 WIB
industri kreatifumkmgojek
Go-Jek Dongkrak Penjualan UMKM Kuliner
Sejumlah pengunjung memadatu Go-Food Festival di Sri Ratu, Semarang, Selasa, 3 Juli 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Semarang: Bisnis kuliner mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan. Kuliner yang disajikan kepada masyarakat juga bervariasi.

Penjualan UMKM kuliner sedikit banyak terdongkrak kehadiran aplikasi transportasi daring (online), semacam Go-Jek yang menampilkan fitur Go-Food. Pihak Go-Jek pun mengakui sudah berkomitmen membantu UMKM kuliner nusantara.

Vice President Operation and Business Development Go-Food Brata Santoso mengatakan, saat ini dari 80 persen mitranya  merupakan pelaku UMKM.

"Keberadaan para pelaku UMKM kuliner tersebut menyimpan potensi untuk tumbuh menjadi bisnis yang lebih besar. Go-Jek hanya menyediakan aplikasi saja sedangkan soal jaringan bisnis menjadi tantangan dari mitra," Katanya di Go-Food Festival, di Sri Ratu, Kota Semarang, Selasa, 3 Juli 2018.

Go-Food Festival  adalah pembukaan outlet di luar sektor bisnisnya. Go-Jek berusaha mempertemukan penjual dengan pembeli yang selama ini hanya dipesan melalui aplikasi.

"Kita ingin mengajak mitra-mitra Go-Food yang 80 persen adalah UMKM, bisa mengembangkan bisnisnya. Kita tertantang bagaimana caranya Go-Jek membantu mitranya secara offline (luring)," ujarnya.

Vice President Central Region Go-Jek, Delly Nugraha menambahkan, banyak dari mitranya yang memulai bisnis dari dapur rumahan dan diantar oleh para pengemudi ojek online. Manfaat teknologi pun dirasakan langsung oleh pelaku UMKM kuliner.

"Beberapa mitra yang sudah memutuskan bergabung, rata-rata dalam setahun sudah merasakan dampak positif dengan adanya peningkatan pendapatan. Bahkan, dari hasil survei yang dilakukan,  kenaikan pendapatannya meningkat 60 persen," ucapnya.

Pihaknya siap berkontribusi menjadikan pelaku UMKM itu naik kelas menjadi industri kuliner tingkat provinsi atau nasional.

Pemilik Kopipedia, Billy Cong, mengakui betapa bermanfaatnya aplikasi ojek online. Sejak adanya aplikasi Go-Food, ia memutuskan memangkas biaya dengan tidak lagi menyewa ruko.

"Dulunya buka kios gerai, sekarang buka dirumah. Di rumah melayani offline, sehari paling sepi dapat orderan dari Go-Food 30 cup," tandasnya.
 


(SUR)