Kuota dan Tarif Ganjal Pergub Taksi Daring Yogya

Patricia Vicka    •    Selasa, 30 May 2017 15:45 WIB
polemik taksi online
Kuota dan Tarif Ganjal Pergub Taksi Daring Yogya
Demonstrasi pengemudi taksi konvensional di depan Keraton Yogyakarta beberapa waktu lalu. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Belum ada kesepakatan antara taksi pelat hitam dan pelat kuning terkait penetapan tarif batas atas dan bawah serta kuota taksi daring di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibatnya, peraturan gubernur yang mestinya terbit akhir bulan ini, tak kunjung rampung.

“Saya bisa saja keluarkan (pergub taksi daring) akhir Mei. Tapi nanti belum ada pengaturan soal tarif dan kuota," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X usai melantik pasukan Jogo Warga di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa, 30 Mei 2017.

Sultan meminta dua pihak pemangku kepentingan untuk bertemu guna membahas kuota dan tarif.

Pemda DIY selama ini sudah beberapa kali mengadakan diskusi bersama antara taksi daring dan konvensional. Namun, kesulitan untuk berkomunikasi dan bertemu dengan pemilik taksi daring.

Dalam pertemuan bersama, hanya karyawan atau sopir taksi daring yang datang ke diskusi tersebut.  Hal ini membuat Pemda DIY sulit menetapkan batasan tarif bawah dan atas serta kuota taksi daring.

"Harapan saya bertemu langsung sama pengusaha bukan sopir,” tegas Sultan.

JIka tidak berhasil mempertemukan keduanya, Sultan menawarkan opsi kedua. Yakni, menunggu hasil keputusan Kementerian Perhubungan terkait tarif dan kuota, baru menerbitkan Pergub.

Sebelumnya, para sopir taksi konvensional menuntut taksi daring dibatasi hanya bisa 10 persen atau sekitar 115 armada dari jumlah kuota taksi di DIY. Tuntutan itu disampaikan dalam berbagai aksi demonstrasi.


(SAN)