Rencana Tol Bandung-Tasikmalaya Diperpanjang Hingga ke Cilacap

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 07 Jul 2017 07:25 WIB
infrastrukturjalan tol
Rencana Tol Bandung-Tasikmalaya Diperpanjang Hingga ke Cilacap
Ilustrasi. Foto: Antara/Arif Firmansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana pembangunan jalan tol dari Bandung ke Tasikmalaya, Jawa Barat, masih terus dikerjakan. Kini pengerjaannya sudah pada tahap perbaikan proposal.

"Mudah-mudahan selesai bulan ini," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna, di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Herry menjelaskan perbaikan itu lantaran ada usulan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono agar pengerjaan tol diperpanjang hingga Cilacap, Jawa Tengah. Panjang tol direncanakan 180 kilometer dari Bandung hingga Cilacap.

"Proses perbaikan proposal harus selesai bulan ini. Lanjut ke lelang. Jadi, tahun depan sudah punya badan usaha sambil proses pengadaan tanah. Tahun 2018, setelah tanahnya ada, kita masuk ke konstruksi," beber dia.

Menteri Basuki menegaskan proyek tol dari Bandung ke Tasik hingga Cilacap ini sudah menjadi program jangka panjang PUPR untuk mengatasi kemacetan. Namun, khusus mudik 2018, Basuki membuat jalan baru dari Cikijing, Jawa Barat.

Baca: Pembangunan Tol Cileunyi-Tasik Butuh Dana Rp4 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah merencanakan pembangunan tol Bandung-Tasikmalaya sejak 2014. Hasil hitungan, butuh anggaran Rp4 triliun dengan panjang jalur 70 kilometer. Jalur tol itu rencananya membentang di jalur selatan meneruskan jalur Tol Cileunyi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jabar Deny Juanda mengatakan tol ini akan menyusuri wilayah Majalaya-Nagreg, Kabupaten Bandung, lalu melintas Limbangan, Kabupaten Garut, hingga kawasan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Pembangunan tol dilakukan untuk mengatasi kemacetan di jalur selatan yang kerap dipakai untuk mudik Lebaran. Deny juga berharap keberadaan jalan Tol berdampak pada pertumbuhan ekonomi.


(UWA)