Harga Cabai di Pekalongan Berangsur Turun

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 09 Mar 2017 11:02 WIB
harga cabai
Harga Cabai di Pekalongan Berangsur Turun
Pedagang cabai di pasar tradisional Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Pekalongan, Jawa Tengah, berangsur-angsur turun. Penurunan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah, namun pada semua jenis cabai.

Di pasar tradisional Kesesi, Kabupaten Pekalongan, harga cabai rawit merah turun Rp20 ribu per kilogram, dari harga semula Rp160/kg menjadi Rp140 ribu/kg.

"Turun sudah seminggu ini. Tapi pasokannya langka, saya cuma dapat 3 kg/hari, tapi walaupun harganya masih Rp140/kg, cabai rawit merah masih jadi favorit" kata salah satu pedagang cabai, Tarno, Kamis, 9 Maret 2017, di Pasar Kesesi, Pekalongan. 

Tarno menyebutkan, semua jenis cabai turun harga. Cabai rawit hijau turun dari harga semula Rp44 ribu/kg menjadi Rp36 ribu/kg. Cabai merah keriting turun dari Rp44 ribu/kg menjadi Rp35 ribu/kg.

Sedangkan cabai merah besar turun harga dari Rp40 ribu/kg menjadi Rp32 ribu/kg dan cabai hijau besar menjadi Rp20 ribu/kg dari sebelumnya Rp25 ribu/kg.

Senada disampaikan oleh Desi, salah satu pedagang cabai di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan. Walaupun masih mahal, namun saat ini harga cabai rawit merah dijual Rp115-120 ribu/kg dari semula Rp150 ribu/kg.

"Masih mahal, tapi alhamdulillah sudah turun walaupun cuma sedikit." ujarnya.

Pedagang lain, Arofah juga mengungkapkan hal yang sama. Harga cabai dalam sepekan terakhir mulai turun. Tidak hanya cabai rawit merah, cabai rawit hijau juga turun hingga 100 persen dari harga semula Rp80 ribu/kg menjadi Rp40 ribu/kg.

"Cabai merah turun dari harga Rp40 ribu/kg menjadi Rp28 ribu/kg, cabai hijau Rp20 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg" ujarnya.

Menurut Arofah, dengan penurunan harga ini, konsumen mulai menambah jumlah pembelian.

"Dulu pas harga masih mahal, pembeli biasanya mengurangi jumlah pembelian. Kalau sekarang alhamdulillah sudah mulai bertambah, yang biasanya setengah kilo jadi sekilo," ujarnya.


(SAN)