YLKI: Data Konsumen Transportasi Online Rawan Diperjualbelikan

Patricia Vicka    •    Rabu, 29 Mar 2017 16:03 WIB
polemik taksi online
YLKI: Data Konsumen Transportasi <i>Online</i> Rawan Diperjualbelikan
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Data konsumen transportasi berbasis aplikasi rawan diperjualbelikan. Sayangnya, hingga kini belum ada aturan dari pemerintah untuk melindungi informasi privasi konsumen.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menjelaskan tren bisnis transportasi berbasis aplikasi kini tak sekadar mencari untung pada tarif. Namun juga mencari untung dari jual beli informasi pribadi para konsumen.

"Sekarang perusahaan melihat data diri konsumen seperti nomer ponsel, alamat, nama, dan foto lebih menguntungkan dijual daripada sekadar tarif. Itu berisiko tinggi untuk disalahgunakan," ujarnya di sela-sela menghadiri acara di Yogyakarta, Rabu, 29 Maret 2017.

Data pribadi konsumen didapatkan saat mereka hendak mendaftar di aplikasi tersebut. Konsumen diminta mengisi sejumlah informasi pribadi. Data ini kemudian diperjual-belikan perusahaan dengan persetujuan konsumen. Sebab, konsumen sudah menyetujui penggunaan data saat mendaftar tanpa disadari.

Ia meminta agar pemerintah tidak hanya fokus menggodok aturan teknis transportasi berbasis aplikasi. Namun, juga pada keamanan data diri konsumen.

Kementerian Kominfo diminta secepatnya mensahkan peraturan perlindungan data konsumen yang tengah digodok saat ini. "Soal transportasi online bukan hanya ranah Kemenhub tapi juga Kemen Kominfo. Perusahaan transportasi online harus bisa menjamin tidak memperjual-belikan data konsumen," tegasnya.

Ia juga meminta konsumen untuk tegas menolak memberikan data diri untuk dipakai saat mendaftar di aplikasi pemesanan alat transportasi.


(SAN)