Pengusah Kios Pulsa Khawatir Kebijakan Registrasi Kartu Prabayar Membabat Profit

Patricia Vicka    •    Kamis, 09 Nov 2017 10:22 WIB
telekomunikasi
Pengusah Kios Pulsa Khawatir Kebijakan Registrasi Kartu Prabayar Membabat Profit
Para pemilik kios pulsa di Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kebijakan registrasi kartu prabayar yang membatasi satu data identitas kependudukan hanya boleh memiliki tiga kartu seluler, mengancam kelangsungan usaha 3.000 kios pulsa di Yogyakarta. Para pengusaha khawatir, peraturan tersebut bakal membabat profit mereka.

Jati Jabo, pemilik kios pulsa `Japusel`, mengatakan, saat ini pembelian kartu perdana untuk paket data mendominasi penjualan. Sekitar 75 persen omzet di kiosnya berasal dari penjualan kartu perdana.

"Kalau beli kartu perdana harganya lebih murah, jadi pas di kantong. Misalnya, pelanggan mau isi data 12 giga. Kalau pakai isi ulang, ia harus membayar Rp90 ribu. Tapi, kartu perdana dengan isi paket data yang sama harganya cuma Rp60 ribu," jelas Jati di Yogyakarta, Rabu 8 November 2017.

Apalagi, lanjut Jati, pelanggannya rata-rata mahasiswa dan pelajar. Pria yang memiliki kios pulsa di Pasar Ngasem dan Jalan Monjali ini mengaku mampu menjual 50-100 kartu perdana setiap harinya.

(Baca: Registrasi Ulang Kartu Seluler via SMS, Satu Orang Maksimal 3 Nomor)

Kekhawatiran gulung tikar juga dirasakan Ardana Riana, pemilik kios pulsa `2 Sisi`. Ia mengatakan, penjualan kartu perdana menjadi penyumbang terbesar keuntungan.

"Kalau saya jual pulsa isi ulang, hanya mendapatkan untung Rp300 hingga Rp5 ribu per transaksi. Tapi, kalau saya jual kartu perdana, bisa untung Rp5 ribu hingga Rp20 ribu," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Komunitas Outlet Pulsa Jogjakarta (KOJ).

Jika hanya menjual pulsa isi ulang, Ardana tak yakin keuntungannya bisa menopang kelangsungan hidup kiosnya dan kios pulsa lainnya. Ia dan pemilik kios pulsa lainnya pun was-was menanti kebijakan pemerintah.

(Baca: Riuh Rendah Registrasi Kartu Seluler)

Sebelumnya, pemerintah sudah menggulirkan kebijakan wajib registrasi ulang kartu seluler prabayar. Registrasi melalui short message service (sms), maupun online dibatasi hanya tiga nomor, untuk satu data identitas kependudukan.

Regulasi tersebut ada dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017, tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Komunikasi Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Meski demikian, pemerintah tidak lantas melarang masyarakat memiliki kartu seluler prabayar lebih dari tiga. Tapi, penggunanya harus melakukan registrasi langsung di gerai operator seluler.


(NIN)