Twitter Jadikan Jateng Proyek Percontohan

Deo Dwi Fajar Hari    •    Kamis, 29 Sep 2016 09:54 WIB
twitter
Twitter Jadikan Jateng Proyek Percontohan
Suasana peluncuran Twitter Kemala Jateng di Gumaya Tower Hotel Semarang, Rabu (28/9/2016). (Metrotvnews.com/Deo)

Metrotvnews.com, Semarang: Twitter Indonesia memilih Jawa Tengah untuk menjadi proyek percontohan Twitter Kelola Melantas Masyarakat (Kemala). Program ini untuk memudahkan masyarakat mengutarakan keluhan, usulan, atau pertanyaan langsung kepada Pemprov Jateng, lewat Twitter.

Semua aduan atau keluhan yang diutarakan warga lewat #kemalajateng akan dianalisa dan dikonfirmasi. Setelah itu, baru diteruskan ke satuan kerja perangkat dinas terkait.

"Akan ada rekapan persentase, apa yang paling banyak dikeluhkan warga. Ini juga mengukur seberapa cepat pemerintah memberikan respons terhadap keluhan," ucap Country Business Head Twitter Indonesia Roy Simangunsong ketika meluncurkan Kemala Jateng di Gumaya Tower Hotel Semarang, semalam.

Sebenarnya, selama ini Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah membuka diri untuk menampung semua keluahan warga yang diungkapkan lewat Twitter. Bahkan jika di-mention ke @ganjarpranowo, Ganjar bersedia menjawab sendiri. Jika diperlukan, dia mencolek SKPD atau kepala daerah terkait untuk memberikan jawaban atas keluhan yang disampaikan.

"Justru dari peran aktif Pak Ganjar itulah kami memilih Jateng sebagai pilot project," ucap Partnership Manager Twitter Indonesia Teguh Wicaksono.

Meski sudah ada Kemala Jateng, dia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap memberikan mention @ganjarpranowo.

Dari datanya, ada 10 juta pengguna yang melihat profil Twitter Ganjar Pranowo setiap bulan. Sebulan terakhir, 22 ribu orang me-mention @ganjarpranowo. Dari mention tersebut, muncul lima kata kunci yang paling banyak dikicaukan. Yakni 'Jateng', 'desa', 'jalan', dan 'CC'. 

"Secara umum, ada 471 ribu orang Jateng yang berkicau lewat Twitter. Terbanyak Semarang, disusul Solo dan Kudus," imbuhnya.

Dia menegaskan, Jateng merupakan provinsi pertama se-Asia Tenggara yang menggunakan program Kemala Twitter. Sebelumnya, India sudah mengimplementasikannya dan saat ini terus dikembangkan.

Meski di Jateng sudah diluncurkan, tapi Kemala Jateng belum bisa digunakan. "Mungkin dua minggu lagi," tegasnya.

Ganjar mengaku sangat terbantu dengan program ini. Dari dashboard yang direkap tim Kemala Jateng, dia bisa tahu, keluhan apa yang paling banyak. Nantinya, keluah tersebut bisa menjadi bahan rancangan program ke depan.


(SAN)