Konsumsi Meningkat, Gas Elpiji di Jepara Langka

Rhobi Shani    •    Minggu, 18 Sep 2016 10:01 WIB
kelangkaan elpiji
Konsumsi Meningkat, Gas Elpiji di Jepara Langka
Pengiriman gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Jepara, Jateng. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Konsumsi gas elpiji sejak sepekan lalu terus meningkat. Akibatnya, pasokan gas elpiji tabung melon di tiga desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, langka. Jika ada, harganya pun naik menjadi Rp22 ribu per tabung. Padahal harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp15.500.
 
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yuliyanto menyampaikan, tiga desa yang mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg yaitu, Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara Kota; Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri; dan Desa Daren, Kecamatan Nalumsari.
 
“Informasi yang kami terima, tiga desa ini yang sejak sepekan terakhir mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg,” ujar Eriza, Minggu (18/9/2016).
 
Eriza melanjutkan, kelangkaan gas elpiji tabung melon di tiga desa tersebut lantaran konsumsi gas meningkat saat Iduladha. Sehingga, terjadi kelangkaan stok.
 
“Kelangkaan ini bukan karena penimbunan atau permainan pihak-pihak tertentu, tapi karena peningkatan konsumsi masyarakat saat Iduladha kemarin,” tandas Eriza.
 
Guna mengatasi kelangkaan pasokan gas elpiji tabung melon, Pemerintah Kabupaten Jepara melangsungkan operasi pasar. Sebanyak 1.680 tabung elpiji 3 kg dijual ke masyarakat di tiga desa tersebut seharga Rp15.500 per tabung. Setiap warga, hanya diperbolehkan membeli maksimal dua tabung dengan syarat menunjukan KTP dan Kartu Keluarga.
 
“Gas elpiji tambahan ini hanya dijual untuk warga di tiga desa itu saja. 1.680 tabung ini merupakan kuota tambahan dari Pertamina,” pungkas Eriza.


(SAN)