Kendal Siapkan Tiga Pintu Keluar Tol Batang-Semarang

Iswahyudi    •    Selasa, 29 Nov 2016 11:59 WIB
tol
Kendal Siapkan Tiga Pintu Keluar Tol Batang-Semarang
Suasana proyek pengerjaan jalan Tol Batang-Semarang, Jateng. (Metrotvnews.com/Iswahyudi)

Metrotvnews.com, Kendal: Proyek Tol Semarang-Batang yang melintas di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah baru membebaskan 360 bidang dari 3.874 bidang lahan yang dibutuhkan.

Namun begitu, Pemkab Kendal telah menyiapkan tiga pintu keluar. Tiga titik keluar tersebut berada di Desa Sambungsari, Kecamatan Weleri; Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon; dan Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu.

Baca: Warga Terima Ganti Rugi Pembangunan Tol Semarang Batang

Sekretaris Daerah Pemkab Kendal Bambang Dwiyono mengatakan pintu keluar itu sudah berdasar kajian. Titik dipilih lantaran berada di titik barat, tengah, dan timur.

Pengguna jalan dengan tujuan selatan seperti Yogyakarta, Magelang, Banyumas, bisa keluar melalui pintu Sambungsari dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Weleri-Sukorejo.

Sementara mereka yang hendak menuju Kota Kendal bisa melewati pintu tengah di Desa Margomulyo. Tujuan Kaliwungu bisa keluar di Desa Sumberejo. Ini sesuai perintah Presiden Joko Widodo saat meresmikan Kawasan Industri Kendal (KIK) di Kaliwungu, baru-baru ini.

Baca: Resmikan KIK, Jokowi Minta Tol Batang-Semarang Dirampungkan

Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Tanah Tol Semarang-Batang, Herry Fathurachman, mengatakan, proyek tersebut membebaskan sekitar 3.874 bidang. Dari sebanyak itu baru sekitar 360 bidang lebih yang telah dibayarkan dengan total nilai ganti rugi lebih dari Rp 200 miliar.

Kendala yang dihadapi yaitu sebagian besar warga belum menyerahkan berkas-berkas. Akibatnya, dia kesulitan melakukan pendataan dan membayarkan biaya ganti rugi. 

Pihaknya terus melakukan musyawarah dan pendekatan kepada warga agar segera melengkapi persyaratan yang diperlukan.

Baca: Belasan Pemotor Tergelincir Tanah Proyek Tol Batang

''Kurangnya pemahaman warga tentang musyawarah ganti rugi tersebut menyebabkan pengadaan lahan terkesan lamban. Kami optimistis target kami akhir tahun 2016 ini pengadaan lahan selesai,'' kata Herry, Selasa (29/11/2016).


(SAN)