Omzet Pedagang Seragam di Pekalongan Naik 500%

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 13 Jul 2017 10:56 WIB
tahun ajaran baru
Omzet Pedagang Seragam di Pekalongan Naik 500%
Suasana toko seragam sekolah jelang ajaran baru di Kota Pekalongan, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Tahun ajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang seragam sekolah di Pekalongan, Jawa Tengah. Pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet penjualan hingga 500 persen bila dibandingkan dengan hari biasanya.

"Jika biasanya sehari cuma laku 20 setel pakaian seragam, sekarang bisa mencapai 100-150 setel per hari. Kami sampai kewalahan melayani pembeli," kata Bambang, seorang pedagang seragam sekolah di Jalan Hayam Wuruk, Pekalongan, Kamis 13 Juli 2017.

Menurut Bambang, tokonya memang selalu diserbu pembeli setiap kali tahun ajaran baru. Sehingga, omzetnya meningkat tajam hingga lima kali lipat dari hari biasa.

Harga pakaian seragam yang dijual di tokonya pun bervariasi, antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk setiap potongnya. Hampir semua jenis seragam laris terjual, namun yang paling diburu adalah seragam sekolah dasar.

"Terutama seragam merah putih dan pramuka. Karena banyak permintaan, jadi sering kehabisan stok," ujar Bambang.

Walaupun tidak merinci berapa jumlah keuntungan yang didapatnya, Bambang mengakui omzetnya naik hingga belasan juta rupiah. "Kalau hari biasa paling Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap harinya. Tahun ajaran baru 2017 ini, bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta setiap harinya," terang Bambang.

Totok, salah satu pembeli, mengaku lebih memilih membeli pakaian seragam di toko. Sehingga, ia tak perlu dipusingkan dengan antrean di tukang jahit pakaian dan harganya juga lebih murah.

"Kalau beli di toko, banyak pilihan, lebih praktis, dan lebih murah. Ibaratnya, Rp100 ribu sudah dapat satu setel pakaian. Kalau menjahit, malah lebih mahal," ujarnya.


(NIN)