Industri Mebel Mulai Ditinggalkan Pekerja Perempuan

Rhobi Shani    •    Selasa, 03 Oct 2017 16:04 WIB
perindustrian
Industri Mebel Mulai Ditinggalkan Pekerja Perempuan
Diskusi `Penilaian Dampak Kegiatan Proyek terhadap Aspek Gender di Industri Mebel` di Jepara, Jawa Tengah -- MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Industri mebel mulai ditinggalkan pekerja perempuan di Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 60 persen pekerja perempuan di sektor indutri mebel beralih ke industri garmen.

Wakil Bendahara Jepara Women Entrepreuner (JWE) Noerma Benzil Hanny mengatakan, tenaga kerja perempuan yang masih bertahan di sektor indutri mebel biasanya berusia tua. Sementara, tenaga kerja perempuan usia produktif beralih ke indutri garmen.

"Dengan hadirnya industri-industri perusahaan asing di Jepara, kami merasa dirugikan," kata Noerma saat diskusi `Penilaian Dampak Kegiatan Proyek terhadap Aspek Gender di Industri Mebel` di Jepara, Selasa 3 Oktober 2017.

Noerman menjelaskan, pekerja perempuan banyak dibutuhkan di industri mebel untuk mengamplas, mengemas, dan kontrol akhir. Selain itu, tenaga pekerja perempuan juga banyak di bagian keuangan dan administrasi kantor.

"Karena tenaga perempuan yang muda-muda sekarang terserap ke industri, akhirnya kami menggunakan kembali tenaga pekerja perempuan yang sudah tua-tua. Dampaknya, terjadi penurunan produktifitas," ujar Noerma yang juga menjabat sebagai Direktur PT Indofrance Abadi.

Guna menarik minat perempuan bekerja di sektor industri mebel, Noerma menambahkan, gaji pekerja disesuaikan dengan umpah minimum kabupaten (UMK).

Pengusaha mebel Eko Haryono mengungkapkan hal senada. Saat ini, pihaknya kesulitan mencari tenaga kerja perempuan.

Tenaga kerja muda lebih memilih bekerja di industri pabrik sejak dua tahun terakhir. "Sekarang susah mencari tenaga kerja," pungkasnya.


(NIN)