Waspada, Banyak Investasi Bodong Berkedok Syariah di Daerah

Patricia Vicka    •    Kamis, 03 Nov 2016 20:25 WIB
investasi
Waspada, Banyak Investasi Bodong Berkedok Syariah di Daerah
OJK mengimbau masayarakat DIY untuk kritis pada tawaran investasi keuangan. Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penipuan investasi keuangan marak terjadi di daerah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada ratusan laporan investasi bodong dari masyarakat sejak awal 2000. Tak jarang para pelaku investasi bodong menyamarkan bentuk usahanya agar mudah menjerat korban seperti koperasi, syariah, MLM, dan lembaga keuangan. 

Kepala Regional 3 Jateng dan DIY OJK, M. Ihsannudin, mendapat laporan adanya investasi berkedok koperasi dan MLM di sekitar Jateng dan DIY. Korbannya mengalami kerugian hingga triliunan rupiah. 

"Namanya koperasi Pandawa. Sama MLM Dream for Freedom. Korbannya banyak dari Jateng dan DIY. Mereka yang kena banyak dari orang pintar dan berada dari kalangan PNS, aparat, dan akademisi," ujarnya usai pengukuhan Satgas Waspada Investasi DIY di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (3/11/2016). 

Adapula yang berkedok syariah. Strateginya dengan mengajak tokoh agama sehingga masyarakat percaya untuk ikut. "Masyarakat mudah percaya karena kurang informasi dan edukasi produk investasi. Tapi ada pula yang karena serakah mau cepet kaya lewat jalan pintas," tuturnya. 

Untuk itu, ia mengimbau kantor perwakilan Kementerian Agama dan MUI segera mengeluarkan fatwa atau ketentuan soal investasi syariah. Agar tak semakin banyak korban. 

Sayangnya, masyarakat Jateng dan DIY yang menjadi korban masih sungkan melapor ke OJK atau aparat. Kepala OJK DIY Fauzi Nugroho menjelaskan budaya malu yang masih dijunjung sebagian besar orang Jawa membuat mereka sungkan melapor. Akibatnya OJK sulit melacak dan menindak pelaku. 

"Laporan penipuan atau korban investasi bodong di DIY pada kami masih nol. Mereka malu berpendidikan atau pangkat terhormat tapi gampang tertipu. Ini dianggap aib," jelasnya. 

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih kritis dan tak segan bertanya ke kantor OJK jika ditawari peluang usaha yang keuntungannya fantastis. Jika ada lembaga atau seseorang yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat, masyarakat diharapkan tak langsung mempercayainya. 

"Kalau ada lembaga yang berani kasih untung lebih tinggi dari bank, wajib kritis. Usahanya jenis apa? Sudah terdaftar resmi di OJK belum? Kami punya daftar perusahaan keuangan legal dan bodong," tegasnya. 

Hingga Oktober, OJK sudah menerima sekitar 432 pertanyaan dan aduan masyarakat akan lembaga investasi bodong. Dari laporan tersebut, ada sekitar 160 perusahaan investasi yang belum terdaftar di OJK.


(UWA)