BPJS Ketenagakerjaan Klaten Targetkan 900 Perusahaan Tahun Ini

Antara    •    Senin, 05 Jun 2017 10:14 WIB
bpjs ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Klaten Targetkan 900 Perusahaan Tahun Ini
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan -- ANT/Abriawan Abhe

Metrotvnews.com, Klaten: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaaan cabang Klaten menargetkan, dapat menarik 900 perusahaan di Kabupaten Klaten dan Boyolali sebagai peserta pada 2017.

"Dari 900 perusahaan itu, jumlah peserta sekitar 53 ribu tenaga kerja," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Klaten Multanti di Klaten, Jawa Tengah, Senin 5 Juni 2017.

Menurut Multanti, segala upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan di sejumlah perusahaan.

"Realisasinya, hingga sekarang masih sekitar 180 perusahaan yang ikut program BPJS Ketenagaakerjaan tahun ini," katanya.

Multanti mengatakan, BPJS Ketenakerjaan sangat bermanfaat bagi tenaga kerja yang memiliki risiko kecelakaan kerja. Ia mencotohkan, pihaknya belum lama ini menguruskan seorang tenaga kerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Malang. Ahli warisnya warga Boyolali, yang diurus tanpa mengeluarkan biaya administrasi sedikit pun.

Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia, lanjut Multanti, ahli waris akan menerima 48 kali gaji untuk santunan kematiannya. Selain itu, juga mendapatkan hak ahli waris berupa biaya pemakaman Rp3 juta, santuan per kala totalnya Rp4,8 juta dengan rincian Rp200 ribu per bulan selama 24 bulan. Jika memiliki anak, akan diberikan beasiswa Rp12 juta.

"Ini manfaat yang diterima ahli waris pada saat tenaga kerja mengalami risiko kecelakaan kerja hingga meninggal dunia," kata Multanti.

Multanti mengatakan, jumlah perusahaan yang sudah mengikutkan tenaga kerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Klaten dan Boyolali hingga sekarang ada 1.953 perusahaan dengan jumlah 96 ribu tenaga kerja. Jumlah itu belum berbanding lurus dengan tenaga kerja yang ada, khususnya di sektor non-formal atau bukan penerima upah.

Jumlah perusahaan yang mengikutkan tenaga kerjanya di Klaten maupun Boyolali rata-rata berskala besar dan menengah. Sedangkan, yang skala kecil seperti UMKM dan ritel belum semuanya terdaftar.

Oleh karena itu, Multanti terus meningkatkan sosialisasi ke pasar-pasar dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) soal manfaat peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun, jumlah pedagang yang ada di Klaten baru sekitar 5 persen yang sudah mendaftarkan diri.

Kendala yang dihadapi selama ini adalah kesadaran masyarakat terkait BPJS Ketenagakerjaan masih kurang. Mereka sebenarnya sudah tahu keuntungan jika mengikuti program itu, tetapi kesadarannya yang kurang.


(NIN)