Badan Otoritas Pariwisata Borobudur Diresmikan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 19 Jul 2017 16:35 WIB
pariwisata
Badan Otoritas Pariwisata Borobudur Diresmikan
Menko Maritim Luhut Panjaitan dan Menteri Pariwisata Arif Yahya. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata Arif Yahya meresmikan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur di Gedung Trimurti Kompleks Candi Prambanan Sleman, Yogyakarta, Rabu, 19 Juli 2017.

Arif mengatakan pembentukan BOP Borobudur sebagai cara pemerintah memperbaiki pariwisata di kawasan Borobudur yang kerap dikritik lantaran dianggap tak melibatkan masyarakat.  BOP akan mengintegrasikan pengelolaan wisata Borobudur dengan lokasi wisata di Jawa Tengah dan DIY. Seperti Solo, Sangiran, Semarang-Karimunjawa, Borobudur-Yogyakarta dan sekitarnya. 

"Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi prioritas. DIY Jateng kita jadikan satu dengan Bodobudur," kata Arif Yahya selepas peresmian BOP Borobudur. 

BOP Borobudur merupakan tindak lanjut pengesahan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pembentukan Badan Otorita Pengembangan Pariwisata (BOP) Borobudur oleh Presiden Joko Widodo pada 11 April 2017 lalu. 

Arif menjelaskan, BOP Borobudor punya dua tugas. Pertama, persoalan otoritatif mengenai pengelolaan wisatawan, baik domestik maupun internasional. Ia mengibaratkan, kerja BOP tersebut seperti International Tourism Development Corporation (ITDC) di Bali. 

Kedua, terkait koordinasi dua provinsi, yakni antara DIY dan Jawa Tengah. Koordinasi meliputi lokasi wisata Borobudur dan Yogyakarta, Semarang-Karimunjawa, Solo-Sangiran, serta Dieng dan sekitarnya. 

Selanjutnya, empat kawasan tersebut dinamakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). "BOP Borobudur wajib mengembangkan keempat KSPN ini," kata dia. 

BOP juga diharapkan membuat wisatawan mancanegara bisa lebih lama berada di Indonesia. Syaratnya, menambah berbagai atraksi agar devisa yang masuk semakin besar. 

Untuk menopang pengembangan KSPN dibutuhkan berbagai infrastruktur yang memadai. Baik dari aspek transportasi darat seperti jalan tol maupun bandara. Menurut Menteri Arif, lebih dari 70 persen wisatawan datang ke Indonesia memakai jalur udara. Dengan demikian, ia mendukung sepenuhnya pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang dirancang bertaraf dunia. 

"Kalau ingin menjadi destinasi wisata kelas dunia bandaranya harus kelas dunia," ujarnya. 

Akan tetapi, pembangunan sejumlah infrastruktur masih mendapat kendala. Pihak pemerintah menyatakan kendala itu sedang dalam kajian Bank Dunia. 

Menko Luhut mengatakan sebuah survei menyatakan Indonesia menjadi negara terpercaya di dunia dalam hal pariwisata bersama Swiss. Menurut dia, pariwisata Indonesia bisa naik menjadi 20 juta orang pada 2018. 

"Untuk itu yang harus diperbaiki adalah infrastruktur. Contoh di Manado, wisatawannya naik sampai 1.200 persen setelah dibuka luas. Artinya Indonesia menjadi menarik buat dunia. Tinggal kapitalisasi di sini," ucapnya. 

Ia menambahkan, pihaknya sudah menggelar rapat terpadu bersama kementerian lain, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Perhubungan. Menurutnya, rapat terpadu itu untuk membuat kinerja kementerian bisa terpadu dan tidak bekerja sendiri-sendiri. 

"Infrastruktur dirancang secara terintegrasi. Sebulan dari sekarang akan kami finalkan (rencana pembangunan infrastruktur)," ujarnya. 


(SAN)