Harga Daging dan Telur Ayam di Semarang Berangsur Turun

Mustholih    •    Rabu, 25 Jul 2018 14:26 WIB
pangantelur ayamharga dagingharga ayam
Harga Daging dan Telur Ayam di Semarang Berangsur Turun
Ilustrasi: Medcom.id/Roni Kurniawan

Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, memantau kenaikan harga daging ayam dan telur di pasar-pasar tradisional. Harga daging ayam dan telur di Kota Semarang diklaim mulai turun meski tak signifikan.

"Harga ayam dan telur walaupun masih tinggi tapi sudah berangsur turun. Saya cek hari ini, telur Rp26 ribu per kilogram, dan ayam Rp40 ribu per kilogram," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 25 Juli 2018.

Hendrar Prihadi menuturkan demikian usai mengunjungi Pasar Prembaendi Jalan Depok, Semarang, Jawa Tengah. Di pasar itu, Hendrar Prihadi bertanya-tanya soal harga ayam dan telur ke sejumlah pedagang.

Hendrar Prihadi mengklaim sudah memantau pergerakan harga ayam dan telur sejak dua pekan lalu. Selama kurun waktu itu, harga ke dua bahan makanan itu masih naik-turun tidak stabil.

"Kita pantau sejak dua minggu lalu. Memang grafik harganya masih fluktuatif. Tapi, kita sudah dapat kepastian kalau pasokannya cuku. Saya yakin sebentar lagi akan stabil," tegas Hendrar Prihadi.

Menurut Hendrar Prihadi, harga ayam sempat mengalami penurunan dari Rp38.400 per kilogram menjadi Rp26.400. Namun, pada pekan ini, harga ayam kembali mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp40 ribu per kilogram.

Adapun harga telur ayam, pada 11 Juli 2018 sempat naik menjadi Rp28.000 per kilogram. Namun, pekan ini menurun menjadi Rp26.000 per kilogram.

"Saya mengharapkan masyarakat dapat berpartisipasi mengendalikan harga ayam dan telur dengan sementara beralih ke bahan makanan lain untuk mencukupi asupan protein, misalnya seperti ikan, tempe, dan tahu," ungkap Hendrar Prihadi.

Meski harga ayam dan telur cenderung turun, seorang ibu rumah tangga yang kebetulan sedang berbelanja di Pasar Prembean, Kartika, mengaku terpaksa mengganti lauk makanan keluarganya menjadi tahu dan tempe.

"Harapannya sih bisa cepat stabil. Tapi sementara ganti masak tahu tempe dulu. Nanti kalau sudah stabil baru masak ayam lagi," ujar Kartika.


(SUR)