Batik Yogyakarta Diburu Warga Rusia

Patricia Vicka    •    Jumat, 14 Oct 2016 15:24 WIB
batik
Batik Yogyakarta Diburu Warga Rusia
Dubes RI untuk Rusia M. Wahid di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (14/10/2016). Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kedutaan besar Indonesia untuk Rusia berencana menjalin kerja sama dengan Pemda DIY untuk meningkatkan pemasaran produk-produk khas Yogyakarta di Rusia. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara Indonesia dengan Rusia.

Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Belarus, Mohammad Wahid Supriyadi, mengatakan kerajinan tangan dan Batik Yogyakarta banyak diminati warga Rusia. 

"Saya lihat produk kerajinan tangan terutama batik punya peluang besar di sana (Rusia). Bahkan di Kota Vladivostok dijual kerajinan tangan khas Indonesia termasuk batik dari seluruh Indonesia. Yang banyak dinikmati itu Batik dari Yogyakarta," tuturnya usai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (14/10/2016).

Ketertarikan warga Rusia pada batik terlihat dari penuhnya stan-stan batik dalam pameran-pameran international. Workshop membatik yang selama ini dilaksanakan KBRI di Rusia pun selalu dipenuhi peserta. "Mereka rela antre sampai dua hari untuk bisa ikut workshop membatik," tuturnya.

Dari segi corak, Wahid menjelaskan masyarakat Rusia sangat menyukai batik kontemporer yang memiliki corak tak terlalu ramai. Warna-warna yang disukai kebanyakan adalah warna alami dan lembut seperti biru indigo.

Selain itu, pihaknya tengah menjajal bisnis kuliner Indonesia di negeri beruang merah itu. Rencananya Kedutaan Besar Indonesia akan membangun pusat makanan khas Indonesia di daerah Food City Rusia. Sejumlah restoran makanan khas Indonesia akan dibangun di pusat distribusi makanan terbesar di Rusia itu.

"Kita sudah akuisisi lahan seluas 330 meter persegi di Food City. Makanan Yogyakarta nanti juga ada. Sementara baru satu pengusaha rumah makan Padang yang sudah tertarik mau investasi di sana," jelasnya.


(UWA)