Medio November, Ganti Rugi Lahan Bandara Kulon Progo Rampung

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 03 Nov 2016 14:26 WIB
bandara
Medio November, Ganti Rugi Lahan Bandara Kulon Progo Rampung
Masterplan New Yogyakarta International Airport. (Metrotvnews.com/jogjainvest.jogjaprov.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PT Angkasa Pura I mengklaim proses pembayaran ganti rugi pengadaan tanah untuk Bandara Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah 52 persen. Data administrasi tersebut masih berada di Kantor Badan Pertanahan.

Pimpinan Proyek Rencana Pembangunan Bandara Kulon Progo dari PT Angkasa Pura I, Sujiastono, mengatakan, hitungan 52 persen tersebut merupakan perkembangan dari masyarakat yang sebelumnya menolak lahannya diukur.

Baca: Bandara Kulon Progo Ditargetkan Beroperasi 2019

Ia menyebut, ada sejumlah warga terdampak rencana pembangunan bandara bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang akhirnya menyepakati lahannya dilakukan pengukuran.

"Juga soal warga yang sebelumnya tak datang saat pembayaran ganti rugi dan berkas yang belum lengkap. Jadi sisanya (yang belum dibayar) 48 persen," kata Sujiastono kepada Metrotvnews.com, Kamis (3/11/2016).

Ia mengatakan, masyarakat yang semula tak menyetujui nilai ganti rugi diberikan waktu mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Wates, Kulon Progo. Bagi masyarakat yang tak merespons atau tak mengajukan gugatan, kata dia, uang ganti rugi bakal dikonsinyasi (dititipkan) di pengadilan.



"Jika ada warga yang tak merespons, hak kepemilikannya akan dicabut. Ini sudah sesuai dengan undang-undang. Lalu uang (ganti rugi) dititipkan di pengadilan," katanya.

Baca: Warga Terdampak Bandara Kulonprogo Tagih Kompensasi

Sujiastono juga mengungkapkan pembayaran ganti rugi yang sudah 52 persen itu sudah menghabiskan uang Rp2,2 triliun dari total Rp4,5 triliun anggaran khusus gan tirugi. Pihaknya menarget proses tersebut bakal rampung pada pertengahan November ini.

"Proses ini secara undang-undang sudah kita ikuti semua. Pembayaran akan dilakukan Senin pekan depan. Akhir November nanti akan ada ground breaking," tambahnya.

Total luas keliling lahan terdampak proyek bandara seluas 587,2 hektare, 160,9 hektar di antaranya berstatus Pakualaman Ground. Lahan itu terdiri dari 3.444 bidang tanah dengan 884 penggarap.


(SAN)