Kulonprogo Petakan Potensi Sentra Bawang Merah

Antara    •    Rabu, 05 Jul 2017 11:58 WIB
pertanian
Kulonprogo Petakan Potensi Sentra Bawang Merah
Petani saat memanen bawang -- MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Kulonprogo: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo memetakan wilayah yang akan dijadikan sentra budi daya bawang merah. Lahan budi daya bawang merah ditargetkan seluas 300 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan, pihaknya sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya menanam bawang merah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. "Saat ini, masyarakat banyak yang berminat menanam bawang merah. Kami akan meningkatkan ketersedian infrastruktur irigasinya dan kami akan bantu sarana produksi, supaya ada peningkatan luas tanam bawang merah," kata dia di Kulonprogo, DIY, Rabu 5 Juli 2017.

Menurut Bambang, luas lahan bawang merah di Kulonprogo baru 100-120 hektare yang tersebar di 12 kecamatan, khususnya di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo. Dinas berupaya memberikan motivasi kepada masyarakat supaya menanam bawang merah.

Bambang menjelaskan, ada tiga wilayah yang berpotensi menjadi sasaran lokasi perluasan lahan bawang merah, yaitu Sentolo, Pengasih, dan Lendah. Di Kecamatan Sentolo, akan disentrakan di Desa Srikayangan, Sukoreno, dan Desa Salamrejo dalam satu hamparan secara bertahap.

"Kami kosentrasikan lokasi tanaman bawang merah di Kecamatan Sentolo karena petani di sana sudah merintis komoditas ini sejak puluhan tahun," katanya.

Selain itu, lanjut Bambang, pihaknya berupaya mengakses dana sosial Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan sentra bawang merah di Kulon Progo. "Kami berharap BI membantu Kulonprogo mengembangkan sentra bawang merah dalam rangka mendukung stabilitas harga bawang merah di pasar dan meningkatkan produk lokal," harapnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, bawang merah adalah komoditas strategis yang mempengaruhi tingkat inflasi daerah. Potensi lahan untuk ditanami bawang merah sangat luas, namun perlu dipetakan secara seksama.

Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan perlu melakukan langkah strategis untuk mewujudkan cetak lahan baru, baik tanaman bawang merah, dan padi. "Ke depan, penyusutan lahan pertanian dan peningkatan kebutuhan komoditas pertanian perlu disikapi dari sekarang," kata Hasto.

Menurut Hasto, bidang pertanian perlu dilakukan intensifikasi dan modernisasi pertanian dengan membangun embung dan bendungan untuk pembukaan lahan pertanian/sawah baru berbasis pertanian organik dan kemandirian pangan dalam mengimplementasikan pola pangan harapan (PPH) beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

"Hal ini dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Kulon Progo," katanya.


(NIN)