Pertamina Belum Hitung Kerugian Kebocoran Pipa Premium

   •    Selasa, 07 Mar 2017 16:28 WIB
pipa pertamina
Pertamina Belum Hitung Kerugian Kebocoran Pipa Premium
Foto ilustrasi. (Ant/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Semarang: Pipa milik Pertamina di kilometer 67 tepatnya di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, mengalami kebocoran. Pertamina mengaku belum menghitung total kerugian akibat bocornya pipa Premium tersebut.

"Sampai saat ini kami masih menghitung volume premium yang keluar dari kejadian kebocoran pipa ini," kata staf Humas PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Jawa Bagian Tengah Muslim Dharmawan, dikutip Antara, di Semarang, Selasa, 7 Maret 2017.

Dia mengakui, tidak sedikit warga yang berbondong-bondong mengambil BBM jenis Premium yang menyembur ke atas. Meski demikian, setelah pihak Pertamina mengetahui langsung dilakukan pemblokiran dengan memasang garis polisi di sekeliling lokasi kebocoran pipa.

Dia menegaskan, langkah pemblokiran juga dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat. "Sebagian dari mereka tidak mengerti, kalau ini ada percikan api saja biasanya langsung menyambar. Ini kan Premium, uapnya cukup banyak," katanya.

Kebocoran pipa terjadi kemarin siang. Awalnya, diketahui oleh petugas penjaga perlintasan kereta api pada pukul 14.00 WIB. "Kemudian mulailah terdengar oleh masyarakat dan mereka menampung kebocoran," katanya.

Selanjutnya pada pukul 18.00 WIB kebocoran dapat diatasi. Sebagai tindak lanjut, pada Selasa pukul 04.00 WIB dilakukan penggalian pipa.

Sementara itu, pihaknya memastikan kejadian kebocoran pipa ini tidak mengganggu pasokan premium Pertamina ke wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

"Terdapat 2 jalur pipa di area tersebut yaitu CB 1 dan CB 2. Keduanya merupakan pipa yang berfungsi mentransfer BBM dari Cilacap menuju Bandung dan sekitarnya, termasuk Tasikmalaya. Kebocoran ini terjadi di CB I. Jadi kami masih ada CB 2 untuk transfer BBM," katanya.


(SAN)