Ganti Rugi Molor, Groundbreaking Bandara Kulon Progo Diundur

Patricia Vicka    •    Rabu, 28 Sep 2016 17:20 WIB
bandara
Ganti Rugi Molor, <i>Groundbreaking</i> Bandara Kulon Progo Diundur
Petugas mengukur tanah di lokasi yang akan dijadikan Bandara Kulon Progo. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Peletakan batu pertama (groundbreaking) bandara baru di Kulon Progo terancam molor. Pasalnya, proses pembayaran uang ganti rugi warga yang berlangsung pada 14 September hingga 4 Oktober sempat dihentikan. Proses pembayaran ganti rugi diperkirakan baru selesai 8 Oktober 2016.

"Molornya proses ini berdampak pada tersendatnya proses lain, termasuk untuk jadwal groundbreaking,"  kata Penjabat Bupati Kulon Progo Budi Antono melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (28/9/2016).

Belum rampungnya proses ganti rugi disebabkan masih ada beberapa ahli waris yang belum sepakat dengan pembayaran. Masih ada pula warga yang belum lengkap mengumpulkan syarat administrasi dan masih adanya warga yang pergi menunaikan ibadah haji.

"Kemarin ada ahli waris yang tak mau tanda tangan soal uang ganti rugi. BPN (Badan Pertahanan Nasional) dan AP (Angkasa Pura) ingin tertib administrasi. Untuk peralihan tanah waris harus ditandatangani semua ahli waris," kata Budi.


Maket Bandara Kulon Progo. Foto: Istimewa

Namun, pihaknya masih terus mengupayakan agar pemunduran jadwal pembayaran uang ganti rugi ini tak membuat groundbreaking molor. Ia menjelaskan sedianya prosesi groundbreaking akan dilakukan di akhir Oktober.

"Kami akan lakukan kajian dan evaluasi kembali. Kalau bisa groundbreaking tetap akhir Oktober," ujarnya. Ia menjelaskan hanya warga di Desa Glagah yang terkendala pemunduran jadwal pemberian uang ganti rugi lahan.

Sebelumnya, Kepala Desa Glagah Sari Agus Parmono melayangkan surat permohonan penangguhan pembayaran uang ganti rugi ke Kanwil BPN DIY pekan lalu.


(UWA)