Jawa Tengah Deflasi 0,21 Persen

Budi Arista Romadhoni    •    Senin, 03 Sep 2018 15:37 WIB
inflasiinflasi deflasi
Jawa Tengah Deflasi 0,21 Persen
Penjual Telur Ayam di Pasar Peterongan Semarang. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Semarang: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat pada Agustus 2018, Jawa Tengah mengalami deflasi 0,21 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan deflasi tersebut disumbang dari jenis komoditas bahan makanan seperti telur ayam ras 0,1284 persen, angkutan udara 0,0786 persen, bawang merah 0,0509 persen, cabai rawit 0,0388 persen, dan beras 0,0264 persen.

"Dari sisi kelompok deflasi ada di bahan makanan sebesar 1,31 persen dan menyumbangkan 0,27 persen," katanya di Semarang, Senin, 3 September 2018.

Sentot mengungkapkan, Jika dilihat dari  tahun kalender Agustus 2018 terhadap Agustus 2017 inflasi mencapai sebesar 1,83 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,00 persen.

Deflasi juga terjadi di enam kota di Jawa Tengah. Yaitu Surakarta mengalami deflasi tertinggi yaitu sebesar 0,58 persen diikuti Kota Tegal sebesar 0,22 persen, Kota Purwokerto sebesar 0,17 persen, Kota Cilacap 0,12 persen.

"Deflasi terendah terjadi di Kota Kudus dan Semarang masing-masing sebesar 0,11 persen," ujarnya.

Kemudian deflasi juga terjadi di tiga ibu kota provinsi di pulau Jawa, tertinggi di Kota Yogyakarta sebesar 0,26 persen diikuti Kota Semarang sebesar 0,11 persen dan terendah di Kota Bandung sebesar 0,02 persen.

"Namun tiga ibu kota provinsi mengalami inflasi yaitu Kota Surabaya sebesar 0,23 persen, Kota Serang 0,07 persen dan DKI Jakarta 0,03 persen," terangnya.


 


(SUR)