Penyumbang Rp5,8 Miliar PAD Solo Terkatung-katung

Pythag Kurniati    •    Senin, 19 Sep 2016 15:02 WIB
terminal bus
Penyumbang Rp5,8 Miliar PAD Solo Terkatung-katung
Aktivitas calon penumpang bus di ruang tunggu Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/8/2015). (Ant/Maulana Surya)

Metrotvnews.com, Solo: Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akan menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, besok. Kedatangannya untuk memastikan nasib pengelolaan Terminal Tirtonadi yang masih abu-abu.

"Besok (Selasa, 19/9) saya akan menemui Menhub untuk meminta kepastian pengelolaan terminal di Solo," ungkap Rudy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/09/2016).

Semula, pengelolaan terminal tipe A I, II, III di seluruh Indonesia, termasuk Terminal Tirtonadi, bakal diambil alih Kemenhub. Rencana ini disampaikan Menteri Perhubungan saat dijabat Ignasius Jonan. Pengambilalihan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2016.

Namun, Menhub pengganti Jonan memberikan sinyal pembatalan. Sebab, salah satu terminal yang rencananya diambil alih, yakni Terminal Pulogebang, Jakarta, dibatalkan oleh Menhub Budi Karya.

Nasib Terminal Tirtonadi Solo pun diprediksi tak jauh beda dengan Terminal Pulogebang. Apalagi, Budi Karya menilai pemda dianggap mampu mengelola Terminal Pulogebang dan Tirtonadi.

Atas pernyataan itu, Wali Kota Rudy akan meminta surat keputusan resmi dari Kemenhub. "Setelah ada informasi itu, kami belum menerima surat apapun," imbuh dia.

Pertemuan Wali Kota dengan Menhub mendesak dilakukan lantaran Pemkot Solo harus menyusun Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) APBD 2017 pada akhir September 2016. Tanpa kejelasan status terminal, pembahasan tidak bisa dilakukan.

Nasib terminal yang menyumbang Rp5,8 miliar Pendapatan Asli Daerah per tahun itu pun terancam terkatung-katung.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Yosca Herman Soedrajat mengungkapkan proses pengambilalihan terminal ke pusat masih berjalan. "Pengalihan personel, pembiayaan, perlengkapan dan dokumen (P3D) telah rampung diserahkan ke pusat," katanya.

Proses pembangunan sky bridge (jembatan layang) Terminal Tirtonadi, lanjut Yosca,  saat ini juga telah 60 persen rampung.  "Yang jelas kami dibuat bingung dan ingin segera mendapat kepastian mengenai nasib Terminal Tirtonadi," pungkas dia.


(SAN)