Sebagian ASN di Kudus Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg

Rhobi Shani    •    Senin, 14 Nov 2016 19:09 WIB
elpiji 3 kg
Sebagian ASN di Kudus Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg
Sejumlah pekerja mengisi gas ke tabung elpiji ukuran 3 Kg di Kediri, Jawa Timur, Ant - Rudi Mulya

Metrotvnews.com, Kudus: Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kudus, Jawa Tengah, tak boleh menggunakan elpiji tabung berukuran 3 Kg. Larangan itu bertujuan mengantisipasi kelangkaan elpiji bersubsidi di Kudus.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus, Sudiharti, mengatakan rumah tangga maupun sektor usaha tidak termasuk sebagai pengguna elpiji bersubsidi. Sebab elpiji ukuran 3 Kg diperuntukkan pada warga kurang mampu.

Sudiharti mengatakan Pemkab memberlakukan larangan itu untuk ASN berpenghasilan besar. Sedangkan PNS golongan rendah masih boleh menggunakan elpiji bersubsidi.

"Diakui, Kudus mengalami kekurangan stok elpiji setiap tahun. Sebab ada pihak yang masuk golongan mampu tapi ikut menggunakan elpiji 3 Kg," ujar Sudiharti di ruang kerjanya, Senin (14/11/2016).

Sudiharti menegaskan larangan itu harus ditaati PNS. Sebab pemerintah telah menyediakan elpiji ukuran tabung 5,5 Kg dan 12 Kg untuk warga yang tak masuk dalam kategori kurang mampu.

Selain untuk para PNS, kata Sudiharti, larangan penggunaan eliji 3 kg juga akan diberlakukan pada pengusaha restoran, termasuk PKL dengan omzet besar. Sebab mereka golongan yang mampu, sehingga seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi.

"Kalau semua taat aturan pasti tak terjadi masalah di lapangan," tandas Sudiharti.

Pada 2017, Disdagsar Kudus mengusulkan alokasi elpiji 3 kilogram sebanyak 9.207.500  tabung. Jumlah tersebut, akan digunakan sebagai pasokan elpiji Kudus selama setahun.


(RRN)