Antraks Pukul Penjualan Ternak di Kulon Progo

Patricia Vicka    •    Rabu, 25 Jan 2017 16:45 WIB
antraks
Antraks Pukul Penjualan Ternak di Kulon Progo
Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ditemukannya ternak yang positif antraks membuat penjualan ternak sapi, kambing, dan domba di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, menurun.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Peternak Kambing dan Domba, Sofyan, mengatakan lesunya penjualan ternak juga dipicu informasi hoax atau bohong yang menyebar di media sosial WhatsApp. 

Berita hoax itu berisi informasi keliru mengenai penularan penyakit antraks. Lebih lengkapnya, baca: Dinkes DIY Klaim tak Temukan Virus Antraks di Godean

"Sempat turun sedikit setelah hoax itu. Tapi sekarang sudah kembali normal karena sudah ada informasi yang benar," ujar Sofyan kepada Metrotvnews.com, dalam diskusi soal antraks, di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (25/1/2017).

Beredarnya hoax juga membuat petani dan peternak takut ternaknya terjangkit bakteri tersebut. Ia berharap pemerintah menggencarkan sosialisasi penyakit ini pada peternak dan petani. 

"Sampaikan ke peternak dan petani kalau sebenarnya antraks bisa diobati dengan antibiotik biasa," kata dia.

Baca: Antraks tak Menular Antar-Manusia

Ketua Harian Asosiasi Pedagang Daging Indonesia, Asnawi mengatakan terjadi penurunan penjualan daging sapi dan kambing di Kulon Progo. Penurunan diperkirakan mencapai 30-40 persen.

"Pembeli individu agak takut membeli daging. Beruntung masih tertolong penjualan ke pedagang daging besar seperti rumah makan," katanya, melalui sambungan telepon.

Namun, penurunan penjualan daging tak terjadi di kota lain seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya. 

Ia mengimbau para pedagang bisa meyakinkan pembeli dengan memperlihatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari tempat pemotongan hewan setempat.

"SKKH penting untuk ditunjukkan agar meyakinkan konsumen kalau daging yang mereka jual sehat dan bebas penyakit," ujarnya.

Heboh berita antraks terjadi saat satu warga asal Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, positif terkena antraks. Selain itu, sebanyak 15 anak lainnya suspect antraks. Status itu diberikan setelah mereka memakan salah satu ternak yang terserang antraks.

 


(UWA)